Senin, 19 Februari 2024

Andri Elyus Luntungan Tersentuh Melihat Keadaan Kyvi Diukraina. UN PBB Diminta Rusia Ditindak Tegas.



International- Bagaimana keadaan Kyvi diukraina saat diserang oleh pasukan rusia dan keadaan warga juga tentara ukraina diserang oleh pasukan rusia itu, setidaknya sangant memilukan juga menyentuh bagi setiap manusia yang melihat keadaan itu, boleh dibilang sangat menderita juga tersisksa sangat berat. artinya penderitaan warga Kyvi juga tentara yang berada disana dimana mereka tidak mampuh buat memepertahankan daerah itu setidaknya ini sebuah persoalan bagi tentara didaerah itu hingga korban yang meninggal juga luka -luka sudah tidak bisa dikatakan bagaimana keadaanya.! Hingga Kyvi tidak dapat dipertahankan oleh ukraina.kerusakan yang terjadi setidaknya sangat fatal.! dan tentara yang tidak berhasil menyalamatkan diri atau warga sipil yang ada didaerah Kyvi pasti mengalami kematian atau paling tidak jika hidup juga mereka menrima siksaan atau di terbunuh dengan cuma -cuma. Melihat keadaan ini siapa yang tidak tersentuh melihat keadaan itu,? bagi mereka yang memiliki nurani atau jiwa kemanusiaan yang tinggi setidaknya melihat keadaan di Kyvi yang hancur kotanya juga keberadaan tentaranya tidak sedikit terbunuh dari phak ukraina setidaknya disini perlu dikerahkan Tim Ketua HAM, juga Tim, yang menyelidiki mengapa kejadian itu bisa terjadi dan sekarang kondisi Kyvi telah dikuasai oleh Rusia bagaimna caranya bisa dikembalikan kepada Ukarina.? Demikian andri elyus luntungan pengamat international mengatakan saat dimintai tanggapanya mengenai Kyvi.

Andri juga menambahkan jauh -jauh hari saya pernah mengatakan masalah Ukraina dengan Rusia seharusnya tidak pelu terjadi perang jika kedua kepala negara itu saling menghargai, artinya disetiap negara pasti punya zona peta wilayah, yang telah disepakati berapa luas masing -masing batas wilayah disana antara kedua pemimpin itu, seharusnya saling mengharagai batas wilayah yang telah diakui kedua belah pihak.! Persoalnya apakah antar mereka tidak pernah tahu mana wilayah batas negara mereka.? atau pura -pura tidak tahu.!. Seandainya Kyvi asli itu wilayaha Ukraina layakah rusia menyerang kesana.?  seandai Rusia tahu itu Kyvi adalah milik Ukraina layakah Rusia mengambil daerah itu.?. Ini yang harus dipahami oleh Rusia, artinya saling menujukan kekuatan bukan hal hebat seharusnya Rusia perlu memahami arti menghargai, Artinya contoh kecil, jika anda merasa kaya apakah harus menghina orang miskin.? atau jika anda merasa orang harus mengusir orang miskin dedpan rumah anda, sebut memaksa orang itu menjual tanahnya kepada anda, jika tidak mau seluruh keluarga orang miskin kamu bunuh.!? Jika itu yang anda lakukan setidanya asli anda bukan manusia yang memahami siapa jati diri anda aslinya hanya manusia yang hidup mati pasti terjadi bagi siapa saja.Maksudnya tidak layak hidup menjadi serakah oleh sebab anda memiliki segalanya, belajar menghargai diri aslikah saya manusia atua hanya badan seperti manusia aslinya anda sedang dipinjam badannya oleh iblis akhirnya hidup anda keluar dari perlika mencintai seama seperti kamu mencintai diri sendiri. artinya jika anda mencintai diri anda layakah diri anda dikotori dengan segala bentuk bau bangkai dan segala prilaku anda bagaikan tidak pernah menjaga diri anda agar tetap suci dan harum wewangian bungah disaat sesama anda dekat dengan anda.!? ini contoh kecil saja, artinya belajar beradab dan menghargai antara sesama disini perlu. meskipun anda sebut sangat kaya bukan berart anda bisa berbuat segalanya terhadap sesama manusia.Maaf saya berkata seperti ini hanya sebatas mengingantkan kepada mereka yang asli masih memngaku manusia, kecuali anda bukan manusia, setidaknya saya tidak perlu menyentil anda. artinya jika anda asli sebagai manusia setidaknya paham apa yang saya katakan setidaknya hnaya sebatas menyadarkan. oke  hanya  ini yang saya bisa sarankan.
 Ungkap andri.
 Lihat keadaan Kyvi saat ini, lihat bagaiman korban yang tertinggal diKyvi seperti apa mereka disiksa juga diperlakukan tidak manusiawi juga dibunuh dengan cara -cara tidak manusiawi laykah seperti itu dibiarkan.!? Oleh sebab itu saya menhimbau kepada UNPBB juga kepada seluruh manusia dibelahan dunia segera tersentuh melihat keadaan ini. dan ingat sebagai manusia yang hidup didunia seharusnya punya rasa saling menghargai -saling melindungi juga saling membantu bukan saling membunuh.Firman Tuhan Jelas Kasihilah Sesamamu seperti kamu mengasihi dirimu sendiri. Ini pesan saya. demikian andri mengahiri perkataannya ketika dihubungi melaui HP.
 sperti apa yang dikatakan andri ternyata sangat asli bagaimana keadaan Kyvi Avdiivka berada di garis depan perang antara Kyiv dan Moskow selama hampir satu dekade. Pertempuran sengit terjadi di sana selama berbulan-bulan setelah invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina hampir dua tahun lalu.

Penarikannya jauh lebih sedikit. Ketika militer Ukraina meninggalkan kota itu pada hari Sabtu, dan memberikan kemenangan terpenting kepada Rusia dalam beberapa bulan terakhir, hal itu terjadi dengan cepat dan kejam.

“Tinggalkan 300 orang (yang terluka),” konon diperintahkan oleh seorang tentara, “dan bakar semuanya.” Beberapa jam setelah pasukan Rusia mengibarkan bendera mereka di atas Avdiivka, sebuah cerita mengerikan muncul tentang beberapa tentara yang terluka yang gagal melarikan diri – dan kemudian terbunuh. Pasukan Rusia mencapai posisi mereka. Prajurit Ukraina di sana adalah bagian dari Brigade Mekanik Terpisah ke-110, menempati posisi yang dikenal sebagai Zenit. Ketika pasukan Rusia maju melalui Avdiivka minggu lalu, Zenit mendapat serangan hebat.

Tentara yang ditempatkan di sana berusaha mati-matian untuk melarikan diri dari reruntuhan kota, menurut Viktor Biliak, salah satu tentara di sana. Dalam postingan Instagram yang panjang dan seringkali suram, Biliak menggambarkan rute berbahaya yang terbentang di depan. “Tidak ada jarak pandang di luar. Itu hanya tentang kelangsungan hidup. Satu kilometer melintasi lapangan. Sekelompok anak kucing buta yang dipandu oleh drone. Artileri musuh. Jalan menuju Avdiivka dipenuhi mayat warga Ukraina,” tulisnya.

Akhirnya seorang komandan memberitahukannya melalui radio bahwa korban luka tidak akan dievakuasi. Enam orang tertinggal. Pesan yang mereka tinggalkan sulit untuk dibaca, kata Biliak.

“Keputusasaan mereka, malapetaka mereka. Itu akan selalu bersama kita. Yang paling berani adalah mereka yang mati,” katanya. Avdiivka telah berada di garis depan sejak kelompok separatis pro-Moskow merebut sebagian besar wilayah Donbas, termasuk kota terdekat Donetsk, pada tahun 2014. Pertempuran selama bertahun-tahun telah mengubah kota tersebut. menjadi benteng yang dijaga ketat, dengan benteng-benteng yang dibangun selama delapan tahun terakhir. Namun karena tentara Ukraina berada di bawah tekanan di beberapa titik di garis depan dan menghadapi kekurangan amunisi dan tenaga kerja, militer Rusia mungkin merasakan adanya peluang. Mereka menyerang daerah tersebut dengan serangan udara dan artileri sebelum mengintensifkan serangan darat.

Pasukan Ukraina pada akhir pekan lalu mengambil keputusan untuk meninggalkan kota tersebut, sehingga memberikan Rusia kemenangan paling signifikan sejak mereka merebut kota Bakhmut tahun lalu.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan keputusan untuk mundur dibuat untuk “menyelamatkan nyawa tentara kami.” Di antara mereka yang terjebak dan dikepung adalah seorang sersan junior berusia 30 tahun dan petugas medis tempur dari wilayah Dnipropetrovsk bernama Ivan Zhytnyk, dengan tanda panggilan “Django .” Dia telah bertempur di Avdiivka selama hampir dua tahun, begitu pula Brigade ke-110.

Dia terluka parah dan tidak bisa bergerak.

Pada hari Kamis, dia dapat menghubungi saudara perempuannya Kateryna dan anggota keluarga lainnya melalui panggilan video yang emosional, panggilan yang kemudian mendapat liputan luas di Ukraina dan media sosial.Kateryna bertanya kepada kakaknya: “Jadi, apa, mereka… tidak ada yang datang? Teman-temanmu juga ada di sana (bersamamu), atau kamu sendirian?”

Zhytnyk menjawab: “Semua orang pergi, semua orang mundur. Mereka memberi tahu kami bahwa ada mobil yang akan menjemput kami. Dua kakiku patah, pecahan peluru di punggungku. Saya tidak bisa berbuat apa-apa…

Dia mengatakan ada setengah lusin tentara di posisi Zenit, empat di antaranya, seperti Zhytnyk, tidak bisa berjalan.

Kateryna menjawab: “Saya tidak tahu bagaimana… harus menelepon siapa,” katanya sambil menangis. “Saya tidak dapat memahaminya. Siapa yang akan menjemputmu?”

Tidak ada yang melakukannya.

Jurnalis Ukraina yang bekerja dengan Slidstvo.info kemudian berbicara dengan kerabat tiga warga Ukraina yang terluka di lokasi tersebut.

Kateryna mengatakan kepada Slidstvo.info: “Mereka telah menunggu kendaraan (evakuasi) selama satu setengah hari. Dan ketika mereka menyadari bahwa tidak ada yang datang menjemput mereka, mereka mulai menelepon semua orang. Ketika Ivan menelepon saya, dia sangat kesakitan, mereka telah memberinya semua yang tersisa, tapi mereka kehabisan obat-obatan dan makanan.”

Kamis malam, kerabat lainnya menghubungi Zhytnyk melalui tautan video, menurut Kateryna.

“Saudara laki-laki saya mengatakan bahwa komando telah menyetujui bahwa Rusia akan menghabisi mereka karena pasukan kami tidak dapat menangkap mereka,” kata Kateryna. Saat mereka berbicara, katanya, video tersebut menunjukkan pasukan Rusia memasuki posisi di mana orang-orang tersebut terjebak.

CNN belum melihat video itu.

Prajurit lain yang terjebak di Zenit adalah Andrii Dubnytskyi. Istrinya Liudmyla mengatakan kepada Slidstvo.info: “Kami berbicara pada jam 10 pagi (pada hari Kamis). Dia terluka di selangkangan, dia terhuyung-huyung, mencoba bercanda, mulai menangis. Lalu kami mengirim SMS…”

“Pesan terakhir pada pukul 12.00 bahwa dia akan ditangkap,” katanya.Pada hari Jumat, sebuah video diposting oleh seorang blogger militer Rusia yang menunjukkan mayat beberapa tentara. Video tersebut memuat lambang Brigade Slavia ke-1 Angkatan Darat Rusia, yang telah memasuki wilayah Zenit di selatan Avdiivka dua hari sebelumnya, menurut berbagai laporan.

Teks dalam video tersebut mengatakan bahwa video tersebut diambil pada hari Jumat di Avdiivka di “fasilitas unit militer.” Mereka menyebut pasukan Ukraina di sana sebagai Nazi dan mengatakan “hanya kematian yang menunggu Anda di tanah kami.”

Kateryna mengenali tubuh kakaknya dari pakaiannya dan dari botol air yang dipegangnya ketika Rusia merebut mereka dari posisi Zenit.

Biliak, prajurit yang mengunggah akun Instagramnya, mengenali Andrii Dubnytskyi karena memiliki tato berbentuk salib di lengannya.

Begitu pula dengan istri Dubnytskyi, Liudmyla, yang menemukan video tersebut pada larut malam. “Pada pukul 10:30 malam. Saya menemukan video ini, saya mengenalinya dari tatonya,” katanya.

“Dia dipanggil pada 8 Maret 2022, dan sejak itu dia selalu berada di Avdiivka… Putri saya berusia 4 bulan ketika dia dimobilisasi,” katanya kepada Slidstvo.info.

Ibu salah seorang prajurit juga mengalami hal yang sama.

Heorhii Pavlov, dengan nama panggilan “Panda,” telah menjadi prajurit kontrak sejak tahun 2015 dan telah bertugas di posisi Zenit selama setahun terakhir, menurut ibunya, Inna.

“Mereka menunggu tiga hari untuk mendapatkan mobil (evakuasi),” katanya.

“Tanggal 14 dia terluka, dia mendapat luka pecahan peluru, punggungnya… Aku sangat memohon padanya, Nak, menyerahlah, aku membutuhkanmu hidup – dia memiliki seorang anak kecil, berusia 5 tahun.”

“Dia bilang: Bu, saya pejuang,” kenang Inna kepada Slidstvo.info.

“Saya ingin percaya bahwa mereka masih hidup. Satu-satunya hal yang saya inginkan sekarang adalah menemukan putra saya,” katanya, Jumat.

Beberapa jam kemudian dia mengenali jenazah putranya dalam video berbahasa Rusia yang sama.

Brigade ke-110 mengatakan kepada CNN bahwa mereka tidak dapat memverifikasi rincian insiden tersebut dan berusaha memeriksa apa yang telah terjadi.

Seorang blogger militer terkenal Ukraina, Yurii Butusov, telah memposting nama keenam tentara yang tertinggal di posisi Zenit.

“Mereka yang terluka tidak dapat bergerak sendiri, dan tidak ada kendaraan evakuasi yang tersedia untuk mengangkut mereka. Karena Zenit sudah dikepung sepenuhnya, tidak ada kendaraan yang bisa lewat untuk evakuasi,” kata Butusov.

Tidak diketahui bagaimana tentara tersebut tewas, namun Butusov menuduh bahwa militer Rusia “mengeksekusi orang-orang yang terluka dan tidak berdaya, yang ditangkap dan tidak dapat bergerak.”

Kantor Kejaksaan Agung di Ukraina mengatakan penyelidikan telah diluncurkan terhadap “pelanggaran hukum dan kebiasaan perang, ditambah dengan pembunuhan berencana” dalam kasus tentara yang terluka.

Dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan Senin, Brigade Mekanik Terpisah ke-110 mengatakan bahwa mereka berusaha untuk bernegosiasi dengan pasukan Rusia untuk mengevakuasi pasukan yang terluka dari posisi Zenit setelah mereka dikepung sepenuhnya.“Mereka [setuju] untuk mengevakuasi kami yang terluka dan memberikan bantuan kepada mereka, dan kemudian menukar mereka (dengan tawanan perang lainnya). Tentara kami diperintahkan untuk menyelamatkan nyawa mereka,” bunyi pernyataan itu.

Brigade tersebut kemudian mengetahui tentaranya terbunuh dari video yang dirilis oleh pasukan Rusia.

“Perang itu kejam dan kami memperjuangkan kebebasan dengan harga yang mahal,” katanya.

CNN menghubungi Kementerian Pertahanan Rusia untuk mengomentari tuduhan terhadap pasukan Rusia di Avdiivka. (Rudolf Sarvova Ruisa.)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Desain Andri

Wage growth well short of what was promised from tax reform | TheHill

Wage growth well short of what was promised from tax reform

The latest Employment Situation report from the Bureau of Labor Statistics shows weekly employee earnings have grown $75 since tax reform passed, well short of the $4,000 to $9,000 annual increases projected by President TrumpDonald John TrumpRobert De Niro, Ben Stiller play Mueller and Cohen in 'SNL' parody of 'Meet the Parents' Trump order targets wide swath of public assistance programs Comey says Trump reacted to news of Russian meddling by asking if it changed election results MORE and House Speaker Paul RyanPaul Davis RyanTrump order targets wide swath of public assistance programs Sunday shows preview: White House officials talk Syria strike Wage growth well short of what was promised from tax reform MORE (R-Wis.).  

During the three months following passage of the tax bill, the average American saw a $6.21 increase in average weekly earnings. Assuming 12 weeks of work during the three months following passage of the corporate tax cuts, this equates to a $75 increase.

Assuming a full 52 weeks of work, the $6.21 increase in weekly earnings would result in a $323 annual increase, nowhere near the minimum $4,000 promised and $9,000 potential annual increases projected by President Trump and Speaker Ryan if significant cuts were made to corporate tax rates.

Unless something drastically changes, it seems that Americans are going to have to settle for much less than the $4,000 to $9,000 projected wage increases. An extra $322 a year isn’t going to do much to pay down the $1 trillion in additional debt they are projected to take on as a result of the tax cuts.

Yet, a key part of the argument for the recently passed corporate tax cuts and more than a trillion dollars in debt was the substantial wage hike promised by the president’s Council of Economic Advisers (CEA).

From a document titled, “Corporate Tax Reform and Wages: Theory and Evidence,” on the White House’s website:

“Reducing the statutory federal corporate tax rate from 35 to 20 percent would, the analysis below suggests, increase average household income in the United States by, very conservatively, $4,000 annually.”

The document goes on to say:

“When we use the more optimistic estimates from the literature, wage boosts are over $9,000 for the average U.S. household.”

No less than Speaker Ryan’s website trumpeted the Council of Economic Advisers report claiming that on average, the proposed corporate tax cuts would result in at least a $4,000 annual increase in wages.

Now, some supporters of the tax bill may say this analysis is unfair because it is too early for the effects of the tax bill to show up in wages. By that logic, they also shouldn’t take credit for reported employment growth increases.  

Still others may point to the $1,000 bonuses announced by some companies shortly after passage of the tax bill. First, that is significantly less than the promised $4,000 to $9,000. Second, these are not wage increases; these are one-time bonuses.

Will companies pay them again, and if so when? Third, the $1,000 represents a fraction of the estimated potential company tax savings.

Using 2016 net income, 2016 effective tax rates, the new 21-percent corporate tax rate and company bonuses, we estimated company bonuses as a percentage of a number of company’s potential tax savings. The results: In many cases, the bonuses represent a mere pittance of the possible tax savings.

Navient announced that it would be giving $1,000 bonuses to 98 percent of its 6,7000 employees, paying out nearly $7 million in bonuses. While that may seem generous, it pales in comparison to Navient’s potential tax savings.

Using Navient’s 2016 net income, its 2016 effective tax rate, estimated annual tax savings of nearly $200 million and its announced bonuses, we calculated that the announced bonuses represent less than 4 percent of Navient’s potential tax savings.

Turning to the airline industry, JetBlue’s employees might be feeling blue if they realized that their $1,000 bonuses are estimated to be less than 10 percent of JetBlue’s potential tax savings, while American Airlines’ bonuses are estimated to represent less than 15 percent of its estimated potential annual tax savings

Not to be outdone, Comcast’s bonuses represent less than 8 percent of its estimated potential annual tax savings, while Walmart appears downright generous, giving an estimated $0.16 of every dollar of its estimated potential annual tax savings to employees in the form of bonuses.

Image and video hosting by TinyPic 

Source: Solutionomics

What happened to the minimum $4,000 promised? I guess like many promises by politicians, they were empty. Instead, they seem to have gone to share buybacks. For the period December 2017 through February 2018, share buybacks more than doubled to $200 million.

Is a $323 wage increase and a one-time bonus of $1,000 that represents a fraction of estimated potential company tax savings worth the more than $1 trillion in additional debt placed on Americans? Is this the best Congress could do? No.

Instead, Congress could have simply made each company’s tax cut contingent on each company increasing wages. The problem is that some companies receiving tax cuts didn’t raise wages.

If Congress had made each company’s tax cut contingent on each company’s wage increases, the American people would have gotten more bang for their tax cut bucks. Additionally, this would have created a real incentive for companies to raise wages: Increase wages, get a tax cut; don’t and you won’t.

If the justification for saddling the American people with at least $1 trillion in additional debt was greater wage growth, tax cuts should have been tied to each company’s wage growth; that’s just logical. That’s getting a better deal for the American people, and that’s getting a better return on investment.

Chris Macke is the founder of Solutionomics, a think tank focused on developing solutions for a more efficient, merit-based corporate tax code. He has advised the U.S. Federal Reserve by providing market updates and implications of monetary policy changes on asset valuations and market distortions, and he's a contributor to the Fed Beige Book. Find him on Twitter: @solutionomics.

Load Comments (984)
 

France issues report detailing evidence of Assad role in chemical attacks

France issues report detailing evidence of Assad role in chemical attacks

France declassified a report on Saturday laying out evidence that officials said proves that a chemical attack in Syria last week was carried out by the government of President Bashar Assad.

The report claims that several chemical strikes were carried out in the Damascus suburb of Douma on April 7, and that symptoms experienced by the victims — skin burns, suffocation and other breathing difficulties, among other markers — were consistent with the effects of chlorine gas.

"Reliable intelligence indicates that Syrian military officials have coordinated what appears to be the use of chemical weapons containing chlorine on Douma, on April 7," the report, released by the French Foreign Ministry, reads.

ADVERTISEMENT

The report also states that the Syrian government has carried out a number of chemical weapons strikes since April 4, 2017 — the same day a chemical attack in Syria's northern Idlib province left more than 80 civilians dead.

The U.S. issued an assessment on Friday night pointing to the Syrian government's role in the alleged chemical attacks in Douma.

That report cites "multiple media sources, the reported symptoms experienced by victims, videos and images showing two assessed barrel bombs from the attack, and reliable information indicating coordination between Syrian military officials before the attack."

The assessment also suggests that the Syrian government not only used chlorine in the attack on Douma, but that reported symptoms were also consistent with exposure to sarin, a deadly nerve agent.

The French and U.S. assessments came hours after leaders in Washington, Paris and London authorized "precision strikes" on targets in Syria believed to be associated with the country's chemical weapons arsenal.

Syria and its allies, Russia and Iran, have denied that Assad's government used chemical weapons, and have sought to blame both foreign actors and militant groups for staging the attacks in Douma.

Russia has accused the U.S. and its allies of failing to produce adequate evidence of the Syrian government's role in the chemical attack.

The Organization for the Prohibition of Chemical Weapons, the international chemical weapons watchdog, launched an investigation into the alleged chemical strikes on Douma on Saturday.

The allied strikes on Friday were cast by U.S. officials, not as a punishment for Assad's government, but as a means to eradicate Syria's chemical stockpile and production capabilities.

Lt. Gen. Kenneth McKenzie, the director of the Joint Staff, said Saturday that while the allied attacks dealt a blow to Syria's chemical weapons program, Damascus likely retained "residual" elements of its chemical arsenal.

President TrumpDonald John TrumpInfowars' Alex Jones blasts Trump over airstrikes: 'He's crapping all over us' McCain to Trump: Airstrikes alone won't achieve objectives in Syria Top general: US did not notify Russia on Syria targets MORE and other U.S. officials have said that they are prepared to take further action in Syria, unless Assad's government ceases its alleged use of chemical weapons.

Load Comments (254)
 

Mueller can prove Cohen made secret trip to Prague before the election: report

Special counsel Robert MuellerRobert Swan MuellerSasse: US should applaud choice of Mueller to lead Russia probe MORE’s team has proof that President TrumpDonald John TrumpRobert De Niro, Ben Stiller play Mueller and Cohen in 'SNL' parody of 'Meet the Parents' Trump order targets wide swath of public assistance programs Comey says Trump reacted to news of Russian meddling by asking if it changed election results MORE’s personal lawyer made a secret trip to Prague during the 2016 campaign despite his denial that he'd ever been there, McClatchy reported Friday.

It is not clear why Michael Cohen was in Prague. The claim he visited was originally made in a dossier compiled by former British spy Christopher Steele.

Cohen denied that he'd ever been to Prague "in my life" after the dossier's publication, tweeting a photo of his passport.

McClatchy reported that Cohen entered the country through Germany in August or early September 2016, which does not require a passport stamp.

The dossier claimed that, in Prague, Cohen met with a prominent ally of Russian President Vladimir Putin, Konstantin Kosachev, but it is not clear whether Mueller has evidence of such a meeting.

Koschahev was one of 24 Russian oligarchs slapped with U.S. sanctions earlier this month.

If such a meeting happened, it would be further evidence of ties between Trump associates and Putin. The dossier also claims that Cohen, among others, was deeply involved in a “cover up and damage limitation operation in the attempt to prevent the full details of Trump’s relationship with Russia being exposed.”

Neither Cohen nor Mueller commented on the story to McClatchy.

The report comes on the same day that U.S attorneys confirmed that they are investigating Cohen for criminal activity.

The FBI raided Cohen's office and home on Monday, in part on a referral from Mueller's office. 

 
Quantcast
France issues report detailing evidence of Assad role in chemical attacks
READ NEXT: France issues report detailing evidence of Assad role in chemical attacks

Vedio

Desain G.

vik
Transformasi Wajah KRL

Transformasi Wajah KRL

Ribuan warga Jabodetabek mengandalkan kereta rel listrik (KRL) sebagai moda transportasi massal dalam aktivitas sehari-hari. Pelayanan KRL pun terus dibenahi seiring berjalannya waktu. Simak pembahasan lengkap tentang transformasi wajah KRL dari masa ke m
Hikayat Singkat

Hikayat Singkat

Lahan gambut di Indonesia menyimpan banyak “harta karun” yang salah satunya adalah energi. Namun, eksploitasi secara berlebihan pada lahan gambut akan mengakibatkan stok karbon yang berkurang.
MotoGP 2017

MotoGP 2017

MotoGP 2017 sudah resmi dimulai! Setelah pada musim sebelumnya banyak momen menarik terjadi, pada tahun ini diyakini akan lebih seru lagi.
Jakob Oetama The Legacy

Jakob Oetama The Legacy

Refleksi atas warisan nilai Jakob Oetama yang mewarnai perjalanan jurnalisme Indonesia.

Berita Terkini