Intternational . Andri Elyus luntungan mengatakan jika pada saatnya bantuan bagi orag miskin dan yang renatan kondisi ekonominya sebut mudah rapuh disana mereka tidak lagi teresentuh oleh bantuan bagi negara donor hal ini sebut presden buruk, dan bisa dikatakan dapat menimbulkan Krisis berkepanjangan bagi mereka yang seharusnya dapat menerima segala bantuan itu. Seharusnya sebelum hal itu berlaku para pakar kemanusiaan yang melihat keadaan warga dunia sebut sedang terkena Krisis, setidaknya dapat mencegah seperti itu terjadi, artinya, agar dapat adanya sebuah kebersamaan meningkatnya taraf hidup bagi warga yang hidup didunia disini perlu kesadaran tinggi demi kemanusia yang sejajar kehidupannya, setidaknya perlu seluruh yang merasa memiliki kas besar didalam negaranya segera membuang uangnya kepada negara - negara yang membutuhkan,! hal ini perlu dilakukan demi pemulihan perkembangan ekonomi dunia sekaligus dapat mengurangi standar hidup manusia termajinalkan dari sesama manusia, artinya landasan hidup manusia seharusnya harus sesuai dengan Pedoman Sang Pencipta Kasihilah sesamamu seperti kamu mengasihi dirimu sendiri. Dari landasan inilah setidaknya bagi mereka yang asli manusia dan paham betul mereka diluar sana adalah saudara kita apa salahnya jika bagi negara yang kas dalam negaranya bisa membuang uangnya untuk membantu kepada negara yang membutuhkan. dengan kata lain hidup sebagai manusia jika sadar perlu banyak berbuat kebaikan setidaknya malu jika hanya dirinya saja merasa perlu terkenal sementara membiarkan negara lain merana menderita dengan keadaan dipenuhi derita.Maaf jika anda asli mengaku sebagai manusia sempurna, mana mungkin membiarkan manusia lainnya menderita. lain jika jika anda bukan manusia, wajar jika berbuat seperti itu.!?. artinya jika anda manusia asli mana tega berbuat seperti itu. Ini logika saya. cetus andari elyus luntungan Pengamat International. saat dihubungi memalui HP dimintai tanggapannya ada dugaan dana kemanuasiaan akan dipotong.
Andri juga menagatkan-PBB baru mampu mengumpulkan dana sekitar 60 persen dari 307 juta orang yang diperkirakan akan membutuhkan bantuan kemanusiaan tahun depan. Artinya, 117 juta orang tidak akan mendapatkan makanan atau bantuan lainnya pada 2025.
Jumlah orang yang kelaparan atau mengalami kesulitan hidup di seluruh dunia terus meningkat, sementara jumlah dana yang disumbangkan oleh negara-negara terkaya di dunia untuk membantu mereka terus menurun.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan saat ini mereka hanya mampu mengumpulkan cukup uang untuk membantu sekitar 60 persen dari 307 juta orang yang diperkirakan akan membutuhkan bantuan kemanusiaan tahun depan. Itu berarti setidaknya 117 juta orang tidak akan mendapatkan makanan atau bantuan lainnya pada 2025.PBB juga akan menutup 2024 dengan hanya mengumpulkan sekitar 46 persen dari $49,6 miliar yang diupayakannya untuk bantuan kemanusiaan di seluruh dunia.
Ini adalah tahun kedua berturut-turut badan dunia itu hanya mengumpulkan kurang dari separuh anggaran yang diminta. Kekurangan anggaran ini telah memaksa badan-badan kemanusiaan untuk membuat keputusan yang menyiksa, seperti memangkas jatah makan bagi mereka yang kelaparan dan mengurangi jumlah orang yang memenuhi syarat untuk mendapatkan bantuan.
Anggaran Minim
Asisten Direktur Eksekutif Untuk Kemitraan dan Mobilisasi Sumber Daya Program Pangan Dunia (World Food Program/WFP), Rania Dagash-Kamara, mengatakan konsekuensinya dirasakan di tempat-tempat seperti Suriah. WFP, yang merupakan distributor makanan utama PBB, kini hanya dapat memberi makan satu juta orang. Padahal biasanya mereka bisa memberi makan hingga enam juta orang.Dagash-Kamara, yang mengunjungi staf WFP di Suriah pada Maret lalu, mengatakan “Kalimat mereka adalah saat ini 'kami mengambil dari orang yang kelaparan untuk memberi makan mereka yang kelaparan,'" katanya dalam sebuah wawancara.
Para pejabat PBB tidak melihat adanya alasan untuk dapat bersikap optimis saat konflik, kerusuhan politik, dan cuaca ekstrem terus meluas; faktor-faktor yang memicu kelaparan.
“Kami terpaksa mengurangi permohonan bantuan kepada mereka yang paling membutuhkan,” kata Tom Fletcher, wakil sekretaris jenderal PBB untuk urusan kemanusiaan dan koordinator bantuan darurat, ini yang sempat saya dengar itu dari berbagai nara suber. jika seperti ini adanya setidaknya bisa dibayangkan berapa yang akan tidak menerima bantuan.!?. mendengar semua itu saya sebagai pengamat tersentuh dan sangat menyayangkan mengapa hal itu dapat terjadi dan menimpah bagi warga dunia yang miskin.!?. menedengar hal ini saya menghimbau kepada seluruh negara yang merasa memiliki Kas dalam negaranya besar bisa mengubah hal itu agar tidak perlu diberlakukan dan perlu di bahas ulang. jika perlu seluruh anggota yang ada didalam ruangan UN PBB dapat memberikan saran untuk menolak diberlakukannya pemotongan dana bantuan itu, jika perlu bertambah bukan justru berkurang demi menyelamatkan bagi orang miskin diseluruh dunia. Cetus Andri Elyus Luntungan pada online.
andri juga mengatakan. Pesan Tuhan Sangat terang benderang Kasihilah sesamamu seperti kamu mengasihi dirimu sendiri. Artinya selagi kamu banyak uang dan asli ingin disebut manusia sempurna setidaknya jangan pernah melawan yang dikehendaki Tuhan. Artinya jika sudah meninggal mana mungkin bisa berbuat kebaikan. yang jelas mumpung hidup jadikan dirimu hanya menujukan kebaikan dihadapan Tuhan agar upahmu besar didalamkerjaan surga. hanya ini yang dapat saya katakan. demikian andri elyus luntungan mengahir perkataannya. ( Dhont Boscho Amerika.)





































Tidak ada komentar:
Posting Komentar