Jakarta Indonesia-Melihat bagaimana pertumbuhan masa depan para petani sebagaimana yg diketahui seluruh warga tani didalam negara indonesia mereka sangat membutuhkan taraf hidupnya sekaligus berkesinambungannya para petani yang ada didalam negara indonesia setidaknya dibutuhkan partisipasi seluruh eleman yang ada didalam negara indonesia, dengan tujuan tidak mengencet keadaan mereka, maksudnya jika di Indonesia petaninya makmur pasti pangan kita subur, ini perkiraan saya, namun jika petaninya terjepit dan sebut saja keadaan mereka anggap gagal panenen bagaimana mungkin dapat surplus kebutuhan warga indonesia yang biasa mereka konsumsi seperti padi dan lainya. artinya sebut saja kita fukus pada petani padi, yang berada di indonesia suda seperti apa partisipasi bagi pengusaha juga warga indonesia pada khususnya.? juga sudah se- jauh apa cara memberi suport buat para petani negara indonesia dapat meningkat panen mereka, juga, fasilitas yang dibutuhkan para petani di indonesia, apa pupuk, apa irigasi, apa tempat menjemur, apa tempat mereka mengiling, sekaligus bagaimana cara bercocok tanam yang baik,? semua itu jika telah tersedia dengan baik setidaknya bisa dijadikan tolak ukur kedepannya. namun jika fasilitas yang dibutuhkan petani seperti lahan dan irigasi juga pupuk tidak mudah mereka dapatkan bagaimana mungkin petani dapat bercocok tanam dengan baik.? maaf saya harus mengatakan selayang pandang ini. cetus andri luntungan pengamat international saat dimintai tanggapannya mengenai masa depan petani atau buruh tani yang ada di indoneisa kepada online belum lama ini.andri juga menanmbahkan seandainya anggap mereka berhasil panen dan sebut padinya layak di konsumsi dan stadarnya baik, bagaimana dia menggiling padinya,? dan berapa juga harga padi perkilonya disaat basa dan setelah kering. artinya disini harus ditentukan oleh patokan perkilonya, artinya harga kering dengan gabah basah harus di patok berapa jatuhnya. Ungkap andri. dia juga menambahkan boleh pinjam perkataan Presiden Indonesia-Prabowo Subianto meminta pengusaha penggilingan padi patuh terhadap aturan patokan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk gabah kering panen (GKP) di tingkat petani sebesar Rp6.500 per kilogram. Bahkan ia menegaskan jika tak mau patuh, pemerintah akan ambil alih untuk proses penggilingan padi.Hal itu diungkapkan Prabowo saat melakukan sidak ke Kementerian Pertanian, Senin (3/2/2025). Saat itu Prabowo juga tengah melakukan teleconference dengan para petani, penyuluh pertanian, kepala dinas provinsi, Perpadi serta jajaran lainnya di ruang SAS, Kantor Kementan.
"Kalau tidak mau ya sudah, tutup saja. Nggak usah bikin penggilingan padi. Saya ambil alih, negara ambil alih penggilingan padi. Saya katakan ini masalah hidup dan mati, saya tidak main-main," kata Ia menegaskan, harga GKP di tingkat petani harus diserap oleh penggilingan dengan harga Rp 6.500 per kilogram. Ia juga menegaskan bahwa pemerintah menginginkan pengusaha untuk untuk namun, tidak bisa seenaknya.
"Saya katakan saya belajar dari beberapa negara, mereka bisa. Kita tidak mau bahwa kita pakai sistem-sistem kapitalis bebas. Prinsip pasar iya, tapi tidak boleh seenaknya," katanya.Lebih lanjut, menurut Prabowo saat ini pemerintah juga sudah memiliki kemampuan untuk membangun ribuan penggilingan padi. Baik bisa dijalankan oleh Perum Bulog maupun BUMN.
"Saya minta delegasi Perpadi menghadap saya dan kita bicara bersama, kita tidak main-main. Kalau perlu pemerintah yang akan mengoperasikan penggilingan padi. Pemerintah Indonensia sekarang punya kekuatan. Saya bisa buka ribuan penggilingan padi. Dari pada nanti yang mengoperasikan adalah BUMN atau Bulog, lebih baik kita kerja sama," katanya.Dalam kesempatan yang sama, Ketua Perpadi (Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras) Sutarto Ali Muso menjelaskan, pengusaha penggilingan padi sudah menyerap gabah dari petani dengan ketentuan harga yang diputuskan pemerintah, yakni Rp 6.500 per kilogram.
Namun ia mengakui ada beberapa kasus penggilingan padi yang membeli di bawah itu, maupun di atas HPP yang ditentukan.
"Tapi memang ada kasus-kasus yang masih di bawah Rp 6.500 (per kilogram), karena mungkin kaitannya dengan kadar air, kaitannya dengan rendemen dan sebagainya," kata Sutarto. Ini saya dengar itu, meskipun demikian sebgai pengamat setidaknya mana mungkin saya tidak bisa terlalu jauh masuk kedalam oleh sebab di negara indonesia sebut terlalu banyak pakar dan pengamat lokalnya. terlepas semua itu namun demikian dengan rendah hati saya melihat kebijakan Presiden Indonesia Prabowo yang sangat asli keluar dari jiwa paling dalam dengan menentukan harga gabah 6500 setidaknya saya merespon dan menurut saya hebat, artinya Presiden Indonesia Prabowo memahami keadaan kondisi petani di negaranya, yang mana perlunya mengambil sikap tegas mengenai harga gabah yang dipatok 6500, setidaknya angin segar bagi para petani indonesia. cukup sampai disini dulu ya. demikian andri elyus luntungan mengahiri perkataannya pada online. (AL)





































Tidak ada komentar:
Posting Komentar