
"Akhirnya semua orang tahu bahwa di Indonesia lebih ramai berita percekcokan, mengenai rebutan kedudukan, dan rebutan hanya ingin menjadi orang penting saja, dengan alibi akan memperjuangkan kepentingan rakyat, terbukti mereka melihat banyak orang miskin yang menjerit, beras mahal, rupiah melemah di bawah dolar AS, dan disana sisni pengusaha kecil banyak yang menjerit,oleh sebab lemanhya perekonomian saat ini.Tapi justru mereka-mereka yang katanya ketika mendirikan partai akan membela rakyat justru bertikai hanya rebutan kursi buat saling menjadi ketua." Inilah yang terjadi dari sebagaian partai." Lantas mana mereka punya janji akan membantu rakyat. jika setiap hari kerja mereka hanya cecok, dan sepertinya mereka punya niat hanya sebatas merayu rakyat belaka, okey sekarang semua tahau bahwa partai oleh mereka dibuat mencari kehidupan dan jabatan buat mereka untuk bisa menjadi DPR RI, atau menjadi Bupati, atau menjadi calo jabatan dan kesananya mereka mencari proyek buat menyambung hidup atau mempertahankan usaha mereka agar tidak terusik,"mungkin seperti itu adanya.?". Cetus Andri luntungan pengamat International saat dimintai tanggapannya mengenai Indonesia selalu banyak percekcokan didalam partai.Siang ini, andri juga mendengar para pakar lokal Indonesia, berbicara seperti tidak memiliki jiwa yang netral dan mereka seperti setengah mering berpihak pada salah satu kelompok,artinya para pengamat bagaikan mendapat sebuah pesan seponsor.maaf buat para pengamat lokal Indonesia, terpaksa hal ini saya katakan oleh sebab cara mereka menyampaikan tidak netral. Okey, kembali kepada persolan mengenai terjadinya melemah rupiah dan kurangnya mereka yang katanya sebagai orang partai akan membela masyarakat mengapa melihat keberadaan pondasi ekonomi masyarakat mulai tergoyahkan mereka seperti diam saja.Padahal jika mereka sebagai orang partai yang katanya berniat akan membela masyarakat,ketika melihat keberadaan Negaranya tergoyahkan ekonominya mereka membantu,oleh sebab mereka membuat partai setidaknya bertujuan buat membantu negara dan masyarakat,seandainya mereka hadir sebagai partai dan berkerumun tetapi tidak pernah perduli terhadap keadaan didalam negaranya, apa layak ada partai seperti itu berada didalam negara ini?. bahkan justru mereka seperti membuat gaduh didalam negara, bayangkan jika benar partai didalam negara berbuat seperti itu terus dibiarkan kedepannya kira-kira bagaimana.?. Okey demokrasi didalam negara ini sangant baik tetapi bukan berarti, segala paratai yang dapat berdiri didalam negara ini bisa berbuat seenaknya.aturan AD ART partai,biasanya dibuat atas kesepakatan mereka, dan bukan atas kesepakat negara, seandainya mereka bertikai seharusnya tidak perlu mereka harus minta bantuan negara selam didalam berpartai tidak berbuat kriminal. Seandainya sebuah partai yang berdiri akhirnya membuat resah masyarakat dan negara apa tidak sepantasnya jika pendirian partai itu perlu di tinjau ulang atau keberadaan partai selama tidak bisa rujuk alangkah baiknya negara tidak perlu mengakui partai itu.Cetusnya, terlepas semua itu mungkin saya tidak perlu mengamati masalah itu yang perlu saya sampaiakan disini adalah sudah sejauh apa keberadaan mereka telah berbuat yang terbaik bagi warga pendukung mereka, dan sudah sejauh apa mereka buat mengapdi terhadap negara.?.Cutus andri. Dia juga menilai, selama semua yang berada di Indonesia kurang mengerti apa artinya membela negara jangan harap mereka akan mau mengabdi dengan keaslian mereka.Justru yang ada kehidupan mereka hanya mementingkan kelompok, perorangan dan golongan kampung atau daerah."Bayangkan seandainya hal itu terjadi dan ada, semenatara Indonesia yang berdiri dengan berbagai daerah dari sabang sampai morauke,jika mereka semua tidak segera diakomodir seperti apa keberadaan Indonesia.?" Mungkin saya sampai saat belum tahu persis, seperti apa keberadaan para yang so belaga jadi tokoh politik,dan saya juga tidak tahu makna keberadaan para tokoh politik arahnya sedang berpikir kemana, namun demikian saya melhat dalamjangka pendek sepertinya saat sekarang mereka lagi sibuk mementingkan perorangan atau kelompok, sementara buat berpikir lebih global hampir tidak terlihat bahkan yang terlihat sepintas mereka lemah buat memperjuangkan negaranya, terbukti mereka melihat keberadaan Indonesia sedang terjadi gejolak eknominya, mereka tidak ada buat memperjuangkan buat negaranya bisa unggul ekonominya, seandainya mereka benar-benar akan memperjuangkan rakyat dia harus peka bagaiman melihat keadaan.Artinya jika mereka pintar buktikan kepintaran mereka buat bisa memberikan aspirasinya menolong membangkitkan Indonesia. Okey tinggalkan dulu mereka sekarang kembali kepada pertumbuhan ekonomi Indonesia yang seperti mulai tergoyahkan dan fudamentalnya perlahan mulai terkikis dan disana sisni harga-harga mulai meliejit, apa dia beras, gas, dan minyak goreng dan suku cadang, ditambah lagi perlahan warga di Indonesia terlihat mulai gusar dengan masa depan mereka, artinya jika nantinya barang -barang terus melejit naik, dan mereka tidak lagi mampuh membeli, setidaknya tidak sedikit bagi anak-anak mereka akan terhenti buat mengejar cita cita masa depannya. Sementara para kapitalisasi, di Indonesia belum pernah bisa dicegah, terbukti, cakar kapitalisasi mampuh mencengkram, Indonesia, dan bagi mereka yang menjadi pengusaha kecil hanya bisa menunggu tetesan dari mereka, dan iranosnya kapitalisasi telah mampuh meraja di Indonesia.Sejauh ini prokonomian yang terihat sepintas saya tahu belum mampuh menghancurkan kapitalis, justru kapitalis yang mengatur Indonesia. "selama kapitalis terus dianggap sebagai yang berkuasa dan semua tunduk terhadap mereka tunggu kehancuran Indonesia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar