Berita Ling Media

Selasa, 17 Maret 2015

Andri Luntungan Menilai Selama Kapitalisasi Bebas Menguasai Indonesia Tunggu Kehancurannya.

"Akhirnya semua orang tahu bahwa di Indonesia lebih ramai berita percekcokan, mengenai rebutan kedudukan, dan rebutan hanya ingin menjadi orang penting saja, dengan alibi akan memperjuangkan kepentingan rakyat, terbukti mereka melihat banyak orang miskin yang menjerit, beras mahal, rupiah melemah di bawah dolar AS, dan disana sisni pengusaha kecil banyak yang menjerit,oleh sebab lemanhya perekonomian saat ini.Tapi justru mereka-mereka yang katanya ketika mendirikan partai akan membela rakyat justru bertikai hanya rebutan kursi buat saling menjadi ketua." Inilah yang terjadi dari sebagaian partai." Lantas mana mereka punya janji akan membantu rakyat. jika setiap hari kerja mereka hanya cecok, dan sepertinya mereka punya niat hanya sebatas merayu rakyat belaka, okey sekarang semua tahau bahwa partai oleh mereka dibuat mencari kehidupan dan jabatan buat mereka untuk bisa menjadi DPR RI, atau menjadi Bupati, atau menjadi calo jabatan dan kesananya mereka mencari proyek buat menyambung hidup atau mempertahankan usaha mereka agar tidak terusik,"mungkin seperti itu adanya.?". Cetus Andri luntungan pengamat International saat dimintai tanggapannya mengenai Indonesia selalu banyak percekcokan didalam partai.Siang ini, andri juga mendengar para pakar lokal Indonesia, berbicara seperti tidak memiliki jiwa yang netral dan mereka seperti setengah mering berpihak pada salah satu kelompok,artinya para pengamat bagaikan mendapat sebuah pesan seponsor.maaf buat para pengamat lokal Indonesia, terpaksa hal ini saya katakan oleh sebab cara mereka menyampaikan tidak netral. Okey, kembali kepada persolan mengenai terjadinya melemah rupiah dan kurangnya mereka yang katanya sebagai orang partai akan membela masyarakat mengapa melihat keberadaan pondasi ekonomi masyarakat mulai tergoyahkan mereka seperti diam saja.Padahal jika mereka sebagai orang partai yang katanya berniat akan membela masyarakat,ketika melihat keberadaan Negaranya tergoyahkan ekonominya mereka membantu,oleh sebab mereka membuat partai setidaknya bertujuan buat membantu negara dan masyarakat,seandainya mereka hadir sebagai partai dan berkerumun tetapi tidak pernah perduli terhadap keadaan didalam negaranya, apa layak ada partai seperti itu berada didalam negara ini?. bahkan justru mereka seperti membuat gaduh didalam negara, bayangkan jika benar partai didalam negara berbuat seperti itu terus dibiarkan kedepannya kira-kira bagaimana.?. Okey demokrasi didalam negara ini sangant baik tetapi bukan berarti, segala paratai yang dapat berdiri didalam negara ini bisa berbuat seenaknya.aturan AD ART partai,biasanya dibuat atas kesepakatan mereka, dan bukan atas kesepakat negara, seandainya mereka bertikai seharusnya tidak perlu mereka harus minta bantuan negara selam didalam berpartai tidak berbuat kriminal. Seandainya sebuah partai yang berdiri akhirnya membuat resah masyarakat dan negara apa tidak sepantasnya jika pendirian partai itu perlu di tinjau ulang atau keberadaan partai selama tidak bisa rujuk alangkah baiknya negara tidak perlu mengakui partai itu.Cetusnya, terlepas semua itu mungkin saya tidak perlu mengamati masalah itu yang perlu saya sampaiakan disini adalah sudah sejauh apa keberadaan mereka telah berbuat yang terbaik bagi warga pendukung mereka, dan sudah sejauh apa mereka buat mengapdi terhadap negara.?.Cutus andri. Dia juga menilai, selama semua yang berada di Indonesia kurang mengerti apa artinya membela negara jangan harap mereka akan mau mengabdi dengan keaslian mereka.Justru yang ada kehidupan mereka hanya mementingkan kelompok, perorangan dan golongan kampung atau daerah."Bayangkan seandainya hal itu terjadi dan ada, semenatara Indonesia yang berdiri dengan berbagai daerah dari sabang sampai morauke,jika mereka semua tidak segera diakomodir seperti apa keberadaan Indonesia.?" Mungkin saya sampai saat belum tahu persis, seperti apa keberadaan para yang so belaga jadi tokoh politik,dan saya juga tidak tahu makna keberadaan para tokoh politik arahnya sedang berpikir kemana, namun demikian saya melhat dalamjangka pendek sepertinya saat sekarang mereka lagi sibuk mementingkan perorangan atau kelompok, sementara buat berpikir lebih global hampir tidak terlihat bahkan yang terlihat sepintas mereka lemah buat memperjuangkan negaranya, terbukti mereka melihat keberadaan Indonesia sedang terjadi gejolak eknominya, mereka tidak ada buat memperjuangkan buat negaranya bisa unggul ekonominya, seandainya mereka benar-benar akan memperjuangkan rakyat dia harus peka bagaiman melihat keadaan.Artinya jika mereka pintar buktikan kepintaran mereka buat bisa memberikan aspirasinya menolong membangkitkan Indonesia. Okey tinggalkan dulu mereka sekarang kembali kepada pertumbuhan ekonomi Indonesia yang seperti mulai tergoyahkan dan fudamentalnya perlahan mulai terkikis dan disana sisni harga-harga mulai meliejit, apa dia beras, gas, dan minyak goreng dan suku cadang, ditambah lagi perlahan warga di Indonesia terlihat mulai gusar dengan masa depan mereka, artinya jika nantinya barang -barang terus melejit naik, dan mereka tidak lagi mampuh membeli, setidaknya tidak sedikit bagi anak-anak mereka akan terhenti buat mengejar cita cita masa depannya. Sementara para kapitalisasi, di Indonesia belum pernah bisa dicegah, terbukti, cakar kapitalisasi mampuh mencengkram, Indonesia, dan bagi mereka yang menjadi pengusaha kecil hanya bisa menunggu tetesan dari mereka, dan iranosnya kapitalisasi telah mampuh meraja di Indonesia.Sejauh ini prokonomian yang terihat sepintas saya tahu belum mampuh menghancurkan kapitalis, justru kapitalis yang mengatur Indonesia. "selama kapitalis terus dianggap sebagai yang berkuasa dan semua tunduk terhadap mereka tunggu kehancuran Indonesia.

Minggu, 15 Maret 2015

Andri Luntungan Berharap Hasil Kerja dan Kegiatan UN PBB Dievaluasi

" Seandainya UN PBB dapat mengvaluasi segala kegiatannya, dan juga bisa mengukur berbagai keberhasilan dan kekurangannya alangkah lebih baik." Namun mengevaluasi sebegitu besarnya kegiatan yang dilakukan UN PBB setidaknya perlu kehati-hatian oleh sebab berbagai kegiatan yang di lakukan UN PBB sangat banyak dan segalanya berjalan sesuai pedoman. Cetus Andri Luntungan pengamat International saat dimintai tanggapanya mengenai perlunya UN PBB Divaluasi Malam ini pada online. Andri juga menilai bahwa setiap sebuah pekerjaan setidaknya perlu ada evaluasi, Sepengetahuan saya di sana (Uneg), mereka yang punya kewajiban buat mengevaluasi segala kegiatan UN PBB. Dan saya minta kepada (uneg) segera mengadakan koordinasi buat mengevaluasi segala kegiatan UN PBB itu. Apa yang dikatakan Andri itu dengan cepat menampat sambutan terbukti Deborah Rugg, Ketua Kelompok Evaluasi UN (uneg) dan Direktur Inspeksi dan Evaluasi di Kantor Pelayanan Pengawasan Intern (OIOS). 13 Maret 2015 - Evaluasi akan menjadi lebih diperlukan untuk Pembangunan Berkelanjutan Tujuan pasca-2015, badan PBB mengatakan hari ini, karena meluncurkan publikasi baru menyoroti peran penting dari penilaian dalam meningkatkan efektifitas PBB, budidaya perubahan dan memberdayakan bangsa. "Kita harus meninjau apa yang kita pelajari menerapkan Tujuan Pembangunan Milenium - apa yang berhasil dan apa yang tidak bekerja," Deborah Rugg, Ketua Kelompok Evaluasi UN (uneg), mengatakan dalam sebuah rilis berita. "Sebagai evaluator, kami menawarkan bukti untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini dan membantu menentukan apa yang perlu dilakukan secara berbeda." Laporan baru Grup, berjudul 'Evaluasi Perubahan Kehidupan - Menyadari Potensi Evaluasi untuk Menginformasikan Development Goals Berkelanjutan Global, "berfokus pada topik mulai dari kesetaraan gender, meningkatkan akuntabilitas publik, mengurangi emisi gas rumah kaca dan melindungi warga sipil di daerah konflik. Ini menyatakan, misalnya, bahwa evaluasi efektivitas penjaga perdamaian misi 'dalam melindungi warga sipil disorot link lemah dalam operasi penjaga perdamaian untuk ditinjau oleh Dewan Keamanan, negara dan misi-kontribusi pasukan, dan membuka jalan bagi tinjauan komprehensif baru dengan luas dampak. Menurut publikasi uneg, peningkatan kapasitas untuk evaluasi di tingkat negara sangat penting untuk kepemilikan agenda pembangunan dan peningkatan akuntabilitas publik, seperti yang disaksikan oleh keberhasilan Asosiasi Evaluasi Maroko dan sistem monitoring dan evaluasi nasional Filipina. Peluncuran resmi publikasi berlangsung selama 2015 uneg Evaluasi Minggu (09-13 Maret), yang membawa bersama-sama evaluator PBB dari seluruh dunia untuk membahas masuknya evaluasi dalam agenda pembangunan pasca-2015 melalui pembangunan kapasitas evaluasi. "Evaluasi mana-mana, dan pada setiap tingkat, akan memainkan peran kunci dalam melaksanakan agenda pembangunan baru," kata Sekretaris Jenderal Ban Ki-moon pada acara tingkat tinggi dari Minggu Evaluasi. "Evaluasi tidak mudah. Juga tidak populer. Tapi itu penting. Kita semua berbagi tanggung jawab untuk memperkuat fungsi penting ini. " Pada tanggal 19 Desember 2014, Majelis Umum mengadopsi resolusi pertama pada evaluasi dan juga ditunjuk tahun 2015 sebagai Tahun Internasional Evaluasi. The uneg adalah jaringan profesional antar-lembaga yang menyatukan unit evaluasi sistem PBB, termasuk departemen PBB, badan-badan khusus, dana dan program, dan organisasi-organisasi afiliasinya. Saat ini memiliki 45 anggota dan tiga pengamat. Misi uneg adalah untuk mempromosikan kredibilitas dan kegunaan dari fungsi evaluasi seluruh sistem PBB.

Sabtu, 14 Maret 2015

Andri Luntungan Pengamat international Menilai Melemahnya Rupiah Adalah Tanggung Jawab Semua.

"Pertumbuhan ekonomi dari tahun 2010 sampai saat sekarang dimata dunia belum terlihat ada getaran yang menojol, ini terjadi sejak timbul krisis ditahun 98,2003,2010 sapai dengan 2015,seluruh dunia pertumbuhan ekonominya belum terlihat bahkan ini terjadi juga di benua negara besar, Ingris, German, Francis, Amerika, Rusia, dan di asia Timur IraQ, Turki, Serbia, Yaman Libia, dan negara timur tengah lainya, begitu juga di Asia, Jepang Korea, utara, korea selatan, Indonesia India, Lain lagi dengan Tiongkok, dinegara itu justru memiliki devisa besar bahkan saat ini mereka masih memiliki devisa mencapai 8 Triliunan Dolar AS.". Okey jika Tiongkok sudah bisa memilki devisa begitu besar dan Mereka dapat menganggarkan meiliternya kedua dari negara-negara besar, setidaknya bahwa Tiongkok disini bisa membuktikan bahwa negara mereka adalah memiliki kesetabilan ekonomi yang layak, sementara itu pertumbuhan ekonomi eropa yang memiliki kekebalan Dari krisis, termasuk America, dan Ingris juga prancis dan Rusia, justru terlihat pertumbuhan ekonominya tidak secepat yang dirapkan.Mereka juga baru mampuh naik sekitar 6 dijit, dari pertumbuhan yang diharapkan.artinya pertumbuhan 6 dijit jika diakumulatih dengan jumlah broto devisa yang ada didalam negara setidaknya belum seberapa, dan secara makro setidaknya belum dapat mendongkrak prekonomian dunia, dan kebijakan dana moneter terhadap pembiyaan ekonomi dunia jika pertumbuhan hanya berkisar naik 6 dijit setidaknya sulit bisa mendongkrak perekonomian dunia.okey sekarang bisa dirasakan oleh semua seperti apa pertumbuhan ekonomi dunia saat ini?. perkiraan sementara tidak sedikit negara piutang yang telat buat membayar suku bungah pinjaman terhadap dana monetr international. Cetus Andri Luntungan Pengamat International saat dimintai tanggapannya mengenai Pertumbuhan ekonomi dunia yang lemban. Andri juga mengatakan bagaimana kita pernah merasakan krisis ditahun 98 dan saat itu Indonesia mampuh melalui masa -masa itu, dan bagaimana juga ditahun 2010 dimana krisis dunia pernah terjadi, dan disana terjadi pertemuan lembaga-lembaga besar apa dia G7, G8, dan juga ditambah dengan G20, dalam pertemuan di UN PBB, bagaman didalam pembahasan itu, buat mencoba memulihkan pertumbuhan ekonomi dunia, dan dengan trans paransi Tiongkok disaat itu setuju melempar divisanya sebesar 1.Triliunan dolar, buat membantu kondisi krisis saat itu.Okey sekarang mulai terlihat ada pertumbhan ekonomi dunia, dari Amerika, German, Ingris, Francis, Jepang, Dan Rusia, ditambah juga Polandia, dan Yordania dan Arab, Tetapi persoalannya bukan itu, tetapi kapitalisasi yang membuat rontoknya prekonomian dunia, setidaknya perlu disoroti dan semua harus berani menolak sisitim kapitalisasi, dan semua harus sepakat bisa mengikis habis kapitalisasi."Seperti di Indonesia seandainya kapitalisasi dibiarkan dia menguasai segala lini jangan harap pertumbuhan ekonomi akan bisa cepat bangkit.?". Mungkin semua harus punya keberanian mengikis habis kapitalisasi, dan kembali bangkitkan perekonomian rakyat, seperti permodalan industri Home, Industri kecil, dan perbanyak pasar tradisional, disetiap daerah,kurangi juga menjaumrnya supermarket. disetiap kabupaten, dan cegah juga masuknya fanen-fanen masuk ketingkat kabupaten.oleh sebab mereka masuk tidak memberikan napas warga tetapi mereka masuk justru seperti lintah darat.Maaf semua ini saya katakan oleh sebab semua tahu bahwa setiap tahun didaerah selalu kehabisan uang, oleh sebab uang mereka tersedot bagi para pengusaha besar yang dibelikan seperti mencil mobil, membelanjakan uangnya di super market. sementara produk didlam daerah itu jarang sekali mereka mau beli atau sentuh akhirnya, prekonomian tidak ombang.Maksudnya uang tertarik oleh spermarket, oleh cicilan kridit motor mobil dan belanja produk-produk yang tidak berguna. yang didatangkan dari luar seperti mesin cuci, TV, Radio HP, Pulsa dan banyak lagi produk-produk yang minim asli dari dalam negri akhirnya terasa sekali setiap tahun keuangan daerah kering."Bayangkan seandainya keuangan daerah kering, bagaiman mereka bisa membantu devisa negara.?". Terlepas semua itu, ada lagi, yang sangant ironis, bayangkan seandainya kendaraan roda dua yang berjumlah mencapai 70 juta kendaraan, dan mereka semua bergerak dan setiap hari membakar bensin 1 liter bearti satu hari membakr bensin 70 juta liter. dan bagaiman dengan roda empat yang saat ini katanya sudah mencapai 40 juta, kendaraan senadainya setiap hari mereka berjalan dengan mengunakan bensin 5 liter berati setiap bensin terbakar,200 juta liter."Coba jika dikalikan dengan uang bayangkan berapa j miliard uang terbakar dan belum lagi dari Pulsa.seandainya per hari warga mengunakan pulasa bisa mencapai 1000 per kartu dan jumlah pelangan Mentari 50 juta, Simpati 60 juta, Mtri 58 juta, As. 70 juta.Bayangkan berapa uang yang telah disedot. mereka, belum lagi suku cadang HP, Dan kendaraan, dan TV, dan lainya. tolong dihitung berapa besar uang yang telah terbuang dari ndonesia.Belum lagi alat -alat kosmetik, dan pakain dan parfum, dan perhiasan. artinya uang daerah dan uang negara habis sebenarnya oleh warganya sendiri semenatara produktivitas warga yang sering membuang uang mereka tidak mampuh bisa menarik kembali uang itu. Cetus Andri, "Harapan saya melihat keberadaan melemahnya rupiah di Negara Indonesia adalah tanggung jawab semua, tidak hanya sebatas menanti gebrakan pemerintah. katanya.

Andri Luntungan Pengamat International Menilai Pertumbuhan Ekonomi Yang Lemah Dapat Menimbulkan Krisis.

"pertumbuhan ekonomi dibelahan dunia yang seperti melemah dan dergulasi global seperti kurang berpihak pada kontribusi bagi pengusaha kecil akhirnya pertumbuhan ekonomi berjalan tidak seimbang, bahkan mengarah pada pelemahan bangkitnya usahawan kecil baru. hal ini terlihat diseluruh dunia bahkan tampilnya para pengusaha baru dan bangkitnya pengusaha kecil yang laban menandakan debit perputaran sirkulasi pertumbuhan ekonomi seperti lamban." Demi8kian ungkap andri luntungan pengamat International, saat diminta tanggapannya mengenai melemahnya perekonomian Indonesia, siang tadi, Andri juga mengatakan mengauatnya nilai tukar dolar terhadap rupiah, seharusnya oleh semua usahawan perlu disikapi fudamental ekonomi indonesia akan bisa bertahan berapa lama,dan sejauh apa devisa Indonesia yang saat ini tersimpan.? Okey segalanya telah terlihat jelas dan kekuatan dolar AS yang meluncur begitu hebat hingga menembus diatas 12 ribu per dolar AS, membuktikan bahwa keberadaan Indonesia seperti rapuh fudamental ekonominya.Satu -satunya jalan Indonesia harus mampuh menahan dolar tetap berada didalam kas dan warga kalau bisa segera dihimbau buat bisa menahan uangnya agar tidak pergi kepada negara Industri. Artinya simpan uang sekuat mungkin kurangi konsumtifitas, jika perlu lepaskan rupiah sebesar mungkin dan tahan dolar sebanyak mungkin.Cetus Andri. Dia juga melihat melemahnya rupiah terhadap dolar AS, setidaknya oleh sebab kontribusi rupiah bagi warga dunia masih lemah dan Indonesia sendiri lemah dalam pertumbuhan Indisutrinya dan ditambah juga konsumtifitas warga terhadap produk asing tidak dapat tercegah akhirnya sirkulasi uang lebih cepat tersedot kepada negara yang memiliki Industri.Terbukti melemahnya rupiah bisa disebabkan bagi mereka yang memegang rupiah tidak aman dan mungkin rupiah dimata dunia tidak berpeluang untuk kuat akhirnya tidak sedikit orang membuang rupiah ditukar dengan dolar dan taruh diluar IIndonesia, seandainya prilaku itu terus dibiarkan bisa dibayangkan? Dan diwaktu dekat tidak menyuop kemungkinan persedian dolar akan menipis. Senadainya dolar didlam negara Indonesia habis kira-kira seperti apa.?. Cetus Andri. "Melihat seperti ini sepertinya jika nantinya terus menerus keberadaan rupiah terus terseok-seok atau terus rendah dan mungkin nanti bisa sampai pada level 20 ribu per dolar AS, setidaknya sebuah kehancuran. Melihat kemunginan ini saya hanya bisa berharap kepada semua pengusaha di IIndonesia Jangan dulu membuang dolarnya terlalu jauh, jika perlu pertahankan dolar didalam divisa, dan jadikan iru sebagai modal, dan kurang i pembelian kepada negara Industri atau hindari kosumtifitas. Atau7 jika perlu uang yang tersimpan diluarsana tarik kembali masukan kedalam negara indonesia mungkin hal seperti itu akan dapat mengurangi Devisit dan krisis.Katanya.Ditempat yang – Presiden Joko Widodo menilai pelemahan rupiah terhadap dolar AS juga berdampak pada situasi ekonomi dunia. Namun, Jokowi mengaku pemerintah tidak bisa mengubah kondisi apa pun. Berdasarkan data akhir pekan ini, nilai tukar rupiah menembus Rp13.257 per dolar. Kondisi itu mempengaruhi kenaikan harga di banyak sektor lainnya, mulai dari pangan hingga pariwisata. Dikatakan Presiden, kondisi makro ekonomi global seperti ini memang dialami oleh semuanya Mantan wali kota Surakarta itu ingin agar dolar berada di bawah Rp12.500. Namun, karena kondisi makro ekonomi global, Jokowi tak mampu mengubah situasi yang sedang terjadi. Jokowi menjelaskan, Pemerintah dan BI sudah mengambil kebijakan. Meskipun, Presiden tidak ingin membocorkan kebijakan seperti apa yang sudah dilakukannya. Saat ini, ditegaskan Jokowi, pemerintah

Selasa, 10 Maret 2015

Andri Luntungan Pengamat International Minta Kepada Komisaris Tinggi PBB Untuk Hak Asasi Manusia Bisa menghentikan Hukuman Mati. Copy and WIN : http://bit.ly/copynwin

Seandainya UN PBB, terus menurus tidak mampuh untuk bisa mencegah hukuman mati di Indonesia menandakan bahwa hasil Mou di jenewa telah di abaikan oleh Indonesia, artinya kesepakatan perlindungan HAM, yang telah disepakati oleh berbagai kepala negara yang menyangkut masalah perlindungan hak manusia untuk hidup seakan-akan telah disepelehkan bahkan seperti dianggap tidak berarti lagi.demikian ungkap andri luntungan Pengamat International saat dimintai tanggapannya dugaan UN PBB terlambat Menghimbau Indonesia, untuk menghilangkan Hukuman mati.Andri juga meminta lembaga Hak Asasi Manusia di UN PBB buat segera bisa menghimbau kembali segala kepala Negara yang memberlakukan Hukuman mati bisa segera dihentikan jika perlu jangan adalagi pemeberlakuannya, oleh sebab sudah tidak sejalan dengan era globalisasi, disamping itu juga saya tidak sepaham jika di jaman yang sudah begitu penuh dengan kemajuan teknologi masih ada pemberlakuan hukuman mati."Artinya buat apa disetiap negara ada sebuah penjara, jika tidak bisa membuat jerah, dan buat apa juga ada lembaga pemasyarakatan jika tidak mampuh membuat mereka menjadi baik.?" Okey sekarang saya lebih menekan buat lembaga Ham di PBB untuk terus menyuarakan mengenai perlindungan Hidup Manusia. Dan andri juga tidak hentinya-hentinya mengatakan kepada UN PBB buat memberikan keselamatan bagi seluruh manusia, buat tetap bisa hidup,artinya dijaman yang telah terbuka tidak layak masih ada negara yang memberlakukan hukuman mati. Dan Andri minta Kepada Komisaris Tinggi PBB Untuk hak asasi Manusia bisa menghentkan tindakan hukuman mati cetusnya. Apa yang dikatakan Andri Luntungan Mendapat respon dari Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia mengatakan hari ini saat ia mendesak negara-negara anggota untuk menegakkan prinsip-prinsip hak asasi manusia yang mendasari komunitas mereka dalam perjuangan mereka melawan radikalisme. Berbicara kepada 47 anggota Dewan HAM PBB sebelumnya hari ini, Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Zeid Ra'ad Al Hussein memperingatkan "bahaya nyata" bahwa pendapat-pemimpin dan pengambil keputusan akan "kehilangan genggaman mereka" dari nilai-nilai Ketika para pemimpin yang kuat merasa terancam oleh tweet, blog, atau pidato siswa SMA itu, ini berbicara tentang weakness.States mendasari mendalam dibangun 70 tahun yang lalu "untuk menangkal kengerian perang." "Perang melawan teror adalah perjuangan untuk menegakkan nilai-nilai demokrasi dan hak asasi manusia - tidak merusak mereka," Mr. Zeid menyatakan. "Operasi anti-teroris yang non-spesifik, tidak proporsional, brutal dan tidak cukup diawasi melanggar norma-norma yang sangat kita berusaha untuk mempertahankan. Mereka juga berisiko menyerahkan teroris alat propaganda - sehingga membuat masyarakat kita tidak bebas dan aman ". Pada saat yang sama, kepala hak asasi manusia PBB mengatakan dia "terkejut" oleh "meningkatnya gelombang serangan" di seluruh dunia menargetkan orang-orang karena keyakinan mereka. Seperti "tindakan mengerikan kebencian rasial dan agama," katanya, negara-negara di Eropa Barat dan Amerika Utara, di mana "kepolisian tidak adil, penghinaan harian, dan pengucilan" mempengaruhi sebagian besar wilayah penduduk membentang. Sementara itu, ia menambahkan, "tentakel gerakan ekstremis Takfiri" - sebuah ideologi di mana satu orang percaya kemurtadan lain dan kemudian mengutuk mereka sebagai murni - telah mencapai ke berbagai negara, dari Irak dan Suriah ke Nigeria, Yaman, Libya dan Somalia . Terhadap latar belakang itu, Mr. Zeid menyuarakan keprihatinan yang mendalam pada kecenderungan Amerika untuk menekan paling dasar hak asasi manusia, termasuk penerapan langkah-langkah yang membatasi kebebasan berekspresi dan ruang demokrasi. "Ketika para pemimpin yang kuat merasa terancam oleh tweet, blog, atau pidato siswa SMA itu, ini berbicara tentang kelemahan mendasar yang mendalam," lanjutnya. "Dan ketika penulis diculik, dipenjara, dicambuk, atau dihukum mati; ketika wartawan diserang, mengalami kekerasan seksual, disiksa dan dibunuh; ketika demonstran damai yang ditembak mati oleh preman; ketika pengacara hak asasi manusia, pembela hak asasi manusia dan aktivis tanah ditangkap dan dipenjara atas tuduhan palsu penghasutan; ketika surat kabar diserang atau mematikan - kasus tersebut menyerang dan merusak dasar-dasar pemerintahan yang stabil ". Komisaris Tinggi juga menyatakan penyesalannya pada penggunaan baru dari hukuman mati di sejumlah negara - Jordan, Pakistan, dan Indonesia - dan "penggunaan ekstensif terus" dari hukuman mati di China, Irak, Iran dan Amerika Serikat. "Ini adalah orang-orang yang mempertahankan pemerintahan, menciptakan kemakmuran, menyembuhkan dan mendidik orang lain dan membayar untuk layanan pemerintah dan lainnya dengan tenaga kerja mereka," Mr. Zeid menyimpulkan. "Ini adalah perjuangan mereka yang telah menciptakan dan mempertahankan Negara. Pemerintah ada untuk melayani orang-orang -. Bukan cara putaran lain " Copy and WIN : http://bit.ly/copynwin

Andri Luntungan Menilai Kemiskinan Manusia Adalah Tangung jawab Manusia Dunia. Copy and WIN : http://bit.ly/copynwin

Seandainya disaat dunia yang lagi penuh dengan keserahkahan dan penuh dengan kebengisan, ditambah lagi didalam jiwa tidak lagi ada tersimpan saling cinta kasih dan saling menolong bagaiman mungkin dapat menolong orang -orang miskin disekitarnya.? Kemiskinan terjadi disebuah negara mungkin disebabkan krisis sosial, artinya keberadaan mereka kurang mendapat sentuhan dari warga kaya atau mungkin juga pemerintah dan mungkin juga oleh sebab warga dunia mulai kurang tersentuh buat menyuarkan warga miskin. Padahal jika warga miskin kurang diperhatikan " Bahayanya melebihi melapetaka yang lain seperti penyakit dan kebodohan." juga Kemiskinan menjadi unsur vital terjadinya penderitaan berbagai bangsa. Kemiskinan menyebabkan munculnya banyak permasalahan, mengantarkan pada terjadinya sejumlah kriminalitas, mendorong terjadinya kerusakan, penyimpangan, pengangguran, dan sebagainya. Perkiraan ini bisa dibuka didalam sebuah buku teori sosial atau dalam buku-buku lainnya. Terlepas semua itu jika perlu semua mau menyurpai dan melihat langsung keberadaan mereka bagi kaum miskin bisa ditelusuri seprti Saat ini, dunia sedang didera kemiskinan yang menyebar luas di sebagian besar negeri, jika punya waktu ingin mencoba meninjau diberbagai belahan dunia, meski berbeda-beda tingkatan dan jumlah orang miskinnya. disana Hampir-hampir tidak ada satu negara pun yang terbebas dari masalah kemiskinan pada masa sekarang ini, juga negara-negara kapitalisme, borjoisme komunisme nasionalisme dan di negara demokrasi atau- kaya dan maju di bidang sains dan industri. Kemiskinan merupakan masalah umum dan telah menjadi Problem besar. Meski dunia menyaksikan kemajuan material, terlihat pula adanya peningkatan pengangguran secara nyata. Anehnya Sebagian mata orang mengaitkan kemiskinan kepada bagian penistaan nasip-dan menetapkan adanya hubungan negatif antara kemajuan jaman dan kemiskinan, di mana setiap kali kemajuan bertambah maju maka setiap kali pula kemiskinan meningkat.Artinya dimana ada orang kaya biasanya disna juga orang miskin setia selalu berada dibawahnya.Cetus Andri Lutungan Pengamat Kemanusiaan International. Menilai keberadaan kaum miskin dibelahan dunia sat dihubungi online. Andri Juga menambahkan. "Kemiskinan menyebar luas secara menyolok sejak berlangsungnya kebangkitan industri dan meluasnya penggunaan alat dalam produksi industri dan pertanian. Seberapapun jumlah tenaga kerja yang diserap sektor industri, kemiskinan tetap saja meningkat tajam. Berbagai pemerintah, lembaga-lembaga sosial, dan individu-individu kaya tidak berhenti menyerahkan bantuan dan memberi pertolongan yang bisa mereka lakukan kepada orang-orang miskin. Mereka juga tidak berhenti menciptakan program-program pelayanan sosial, kesehatan dan pendidikan dalam berbagai bentuknya kepada kaum miskin. Namun masalah kemiskinan tetap saja ada bahkan jumlah orang miskin di dunia makin bertambah. Pemerintah negara kaya dan lembaga-lembaga internasional telah turut campur dalam menyelesaikan masalah kemiskinan ini -namun demikian kemiskinan belumjuga dapat terbantu maksimal, Seandainya kemiskinan terus dibiarkan dan tidak mendapat sebuah bantuan bisa dianggap. Kemiskinan menimbulkan munculnya masalah-masalah lain seperti urbanisasi, pencurian, penyakit, kebodohan, bunuh diri, pembunuhan, gelandangan dan pengemis, penyerangan terhadap harta pribadi dan harta umum. Juga makin maraknya suap, bertambahnya angka kriminalitas dan pengangguran, munculnya kelompok-kelompok bersenjata dan bentuk-bentuk penyimpangan lainnya. Semua itu merupakan bencana sosial yang berbahaya. Dunia masih terus bertanya-tanya tentang sebab-sebab masalah itu. Di sana terdapat program-program sosial dan lembaga-lembaga sosial, organisasi-organisasi internasional, pribadi-pribadi yang suka rela membayar zakat, memberi sedekah dan sumbangan. Juga ada negara-negara besar dan kaya yang membantu negara-negara lainnya. Di sana juga ada kesetiakawanan sosial, khususnya di negeri-negeri kaum Muslim. Namun semua upaya itu meski berpengaruh secara relatif kepada masalah kemiskinan yang parah itu, namun tetap tidak mampu menyelamatkan dunia dan isinya dari kemiskinan yang menghimpit. Juga tidak bisa menghentikan pertambahan jumlah orang miskin di dunia, baik di negara kaya atau di negara yang lain, baik di negara besar atau pun di negara kecil. Semua negara sama-sama ada didalamnya masalah kemiskinan. Hal ini bisa di buktikan apa yang pernah dikatakan banyak orang, dan sepeti apa keberadaan orang miskin tersebar. – Jumlah orang miskin di seluruh dunia sekitar dua milyar jiwa, artinya ada seperti – Jumlah orang miskin di negara-negara Arab sendiri sebanyak 40 juta jiwa. Mereka hidup di bawah garis kemiskinan. – Afrika yang memiliki kekayaan alam berlimpah dan tersimpan, merupakan benua paling miskin. Di samping kemiskinan, juga tersebar luas kebodohan dan penyakit. Afrika memiliki angka penderita Aids tertinggi di dunia. Semua itu terjadi di sebagian besar negara-negara di Afrika, kalau tidak bisa dikatakan di semua negara. – Angka pengangguran di Mesir mencapai 70 %. Di Yordania dan negara Arab lainnya angka kemiskinan mencapai lebih dari 50 %. Di Maroko dan negara-negara lainnya, di sana masih terdapat sejumlah besar orang yang hidup di rumah-rumah yang terbuat dari kardus, karung dan tenda-tenda usang, bahkan kadang-kadang di gua. Lebih mengenaskan lagi adanya sejumlah besar tuna wisma yang tidak memiliki tempat bernaung. Mereka tidur di trotoar, terminal dan halte atau di sela-sela kuburan atau di tempat terbuka. Mereka itu ada di Amerika Serikat, Inggris, India, dan Mesir. Mereka dikenal sebagai buruh migran. Di negara-negara lain juga banyak orang seperti mereka. Orang-orang tunawisma di dunia berjumlah jutaan bukan hanya ribuan. Di Amerika Serikat saja terdapat lebih dari tiga juta warga yang tuna wisma. – Sebagian orang mati kelaparan di beberapa negara pada saat di mana masyarakat tidak meyakini dan tidak mempercayai adanya kondisi seperti itu. Masyarakat memiliki pemahaman yang baku bahwa tidak ada seorang pun yang boleh mati kelaparan di dunia. Namun, sekarang hal itu terjadi. – Meski ada partisipasi dari beberapa negara dan organisasi-organisasi internasional dalam pemberian bantuan, hibah, sumbangan, dan utang; namun, organisasi-organisasi itu juga berperan dalam menciptakan kemiskinan, penghambur-hamburan kekayaan dan menyebabkan krisis finansial, seperti Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF). Ini akibat solusi-solusi, rekomendasi-rekomendasi dan arahan-arahan keji yang diberikan kepada negara-negara debitor. Organisasi-organisasi itu ingin memelaratkan negara-negara tersebut dan melanggengkannya di bawah belas kasihan utang, pinjaman, dan kebutuhan. Selain itu secara lahiriyah, Amerika ingin dinilai sebagai negara terbesar yang memberikan hibah dan sumbangan. Berbagai kajian menunjukkan bahwa setiap satu dolar yang diberikan kepada negara-negara debitor, maka akan kembali ke Amerika sebesar sebelas dolar sebagai kompensasinya. Hal itu akibat politik yang keji, metode maltusisme dan keahliannya dalam melakukan eksploitasi. Salah seorang yang bekerja di Bank Dunia mensifati solusi-solusi yang diberikan kepada negara-negara debitor dengan tujuan untuk pembangunan, sebagai obat beracun yang hanya akan memperparah masalah. Hal itu mendorongnya untuk mengundurkan diri dari Bank Dunia. – Berbagai peperangan dan pertarungan internasional yang dilakukan oleh beberapa negara yang mengklaim menyerukan kebebasan, menjaga hak asasi manusia, persamaan wanita, dan perlindungan anak-anak, menyebabkan meningkatnya angka kemiskinan, bahkan menciptakan kelas orang miskin lainnya yang hidup aman dan tenteram memiskinkan dirinya sendiri. Bukti atas semua itu adalah apa yang telah dan sedang terjadi di Afganistan, Irak, Palestina, Somalia dan negeri lainnya. Invasi Amerika ke Irak dan Afganistan, dan invasi zionis ke Palestina telah menyebabkan menyebarluasnya kemiskinan, bertambahnya angka kemiskinan, terciptanya orang-orang miskin baru, hancurnya rumah dan harta milik lainnya, penyerangan atas kebebasan, menyebarluasnya berbagai penyakit dan kebodohan, bertambahnya orang-orang yang dipenjara, tawanan, orang-orang yang ditangkap dan mereka yang ditahan. Demikian juga ribuan orang di negeri-negeri itu terpaksa meninggalkan rumah-rumah dan tempat tinggal-tempat tinggal mereka dan pergi mencari pekerjaan dan rizki, padahal mereka menghadapi masa depan yang tidak jelas dan kesempatan kerja yang tidak tersedia. Banyak orang kaya berubah menjadi miskin setelah kehilangan sumber-sumber rizki mereka. – Di antara yang menyebabkan makin parahnya kondisi perekonomian di beberapa negara adalah terjadinya gempa, banjir dan tanah longsor seperti yang terjadi di Indonesia, dan yang terus terjadi di Bangladesh dan yang terakhir terjadi di Cina. Bencana itu menyebabkan malapetaka dalam bentuk hancurnya rumah-rumah, kematian, kemiskinan dan hilangnya mata pencaharian dan pekerjaan yang mengakibatkan bertambahnya jumlah orang miskin dan orang-orang yang membutuhkan. – Jumlah tawanan dan orang-orang yang ditangkapi di Palestina sendiri mencapai 14.000 orang. Di Inggris jumlah narapidana sebanyak 80.000 orang. Hal itu mengakibatkan hilangnya orang yang menanggung keluarga mereka dan yang mengurusi mereka yang akhirnya menyebabkan kemiskinan, dan kadang-kadang menyebabkan penyimpangan dan tunawisma. Informasi terkini menunjukkan bahwa Amerika Serikat menjadi penjara terbesar di dunia di mana jumlah narapidana di AS sebanyak 2,3 juta orang dan ini merupakan jumlah yang mencengangkan. – Bertambahnya jumlah peminta-minta dan menyebar luasnya fenomena ini di sebagian besar negara di dunia. Peminta-minta itu sendiri ada berbagai bentuk. Ada kelompok-kelompok yang mengorganisirnya. Akibatnya terjadi ekploitasi atas anak-anak dan wanita untuk mengemis dan meminta-minta. – Bantuan yang diberikan kepada keluarga-keluarga miskin hampir-hampir tidak cukup untuk sekedar membayar sewa rumah. Salah seorang ahli Amerika mensifati bantuan-bantuan sosial itu. Ia mengatakan bahwa bantuan bulanan yang diberikan kepada keluarga-keluarga miskin sebanding dengan harga sepasang sepatu bagi orang yang makmur. Dengan demikian tujuan dari bantuan-bantuan itu adalah melanggengkan agar keluarga-keluarga itu sekedar tetap hidup dan tidak sampai mati karena kelaparan. Hasilnya tidak ada pengaruh yang bisa disebutkan dalam menyelesaikan masalah kemiskinan. Di Arab Saudi misalnya, bantuan keluarga jumlahnya maksimal mencapai 12.000 reyal per keluarga yang jumlah anggotanya banyak. Jumlah ini hampir-hampir tidak cukup untuk kebutuhan minum keluarga tersebut atau untuk membayar sewa tempat tinggal jika dibandingkan dengan tingkat pendapatan di sana. – Perkiraan menunjukkan bahwa hanya 20 % dari penduduk dunia yang mampu hidup dan bekerja dengan aman dan tenteram di abad baru ini. Pada saat yang sama 80 % sisanya tidak bisa hidup kecuali dengan bantuan, sumbangan dan aksi sosial lainnya. Dan bahwa sekitar empat milyar orang penduduk dunia mencari kehidupan dari hanya 6 % kekayaan dunia. Ini adalah kondisi sebelum meletusnya krisis ekonomi kontemporer yang muncul akibat naiknya harga minyak, disusul menurunnya nilai dolar dan kenaikan harga-harga komoditi dan bahan kebutuhan, khususnya bahan pangan. Kenaikan harga yang menyolok dan belum pernah terjadi sebelumnya, yang kemungkinan besar masih akan naik, telah dan akan menyebabkan makin parahnya masalah kemiskinan dan bertambahnya jumlah orang miskin di dunia. Disamping juga menyebabkan berbagai masalah, bencana dan kemunduran lainnya baik berupa pembunuhan, pengusiran, bunuh diri, suap, kerusakan finansial, moral dan sosial sampai kekerasan bersenjata dan penyerangan terhadap harta, nyawa dan harta milik pribadi maupun milik umum. Krisis ini menjadi semakin parah setelah munculnya masalah agunan property dan defisit perdagangan Amerika yang terus meningkat, disamping menurunnya harga minyak dan menyebarluasnya riba. Amerika Serikat berhasil mengalihkan masalah-masalah itu ke seluruh dunia. Dalam jangka waktu yang singkat perusahaan-perusahaan raksasa mulai ambruk satu demi satu. Di antaranya adalah bank Lehman Brothers yang telah mengumumkan kebangkrutannya pada 15 September 2008. Lehman Brothers merupakan bank keempat terbesar di Amerika. Harga saham Lehman pada hari itu anjlok sampai 92 %. Hal itu diikuti anjloknya harga saham bank-bank besar. Masalah mulai menjalari banyak perusahaan dan bank, tidak terkecuali perusahaan-perusahaan pembuat mobil yang kondisinya sampai berada di tepi jurang kebangkrutan. Hal itu menyebabkan pemecatan jutaan pekerja yang mengakibatkan makin parahnya masalah pengangguran dan bertambahnya jumlah orang miskin. Pemerintah AS telah mengumumkan rencana penyelamatan dan disediakan dana sekitar US $ 800 milyar untuk menopang perusahaan-perusahaan dan membeli sebagian sahamnya atau asetnya. Amerika juga telah berupaya mengeksploitasi, menyedot dan memaksakan pungutan terhadap negara-negara teluk untuk mendapatkan milyaran dolar. Namun, meski semua itu dilakukan, kondisinya tidak akan berubah. Laporan-laporan para ahli menyatakan bahwa tahun 2009 akan lebih buruk dari tahun sebelumnya dan bahwa resesi ekonomi dan perlambatan ekonomi akan menimpa banyak negara. Informasi-informasi yang ada menunjukkan kondisi-kondisi dunia sebagai berikut: – Saat ini di Amerika Serikat terdapat lima juta orang penganggur dan mendapatkan bantuan dari negara. – Perusahaan mobil Swedia Saab yang dimiliki oleh General Motors meminta dana talangan segera supaya tidak mengumumkan kebangkrutannya. – Perusahaan otomotiv Opel meminta dukungan pemerintah sebesar dua milyar dolar untuk bisa tetap beroperasi. – Banyak perusahaan dan bank-bank mem-PHK ribuan karyawan. Kemungkinan gelombang PHK itu terus berlanjut ke perusahaan-perusahaan lain di berbagai negara. – Sejumlah perusahaan dan bank di Barat telah mengumumkan kebangkrutannya. – Beberapa negara mengumumkan menderita resesi ekonomi dan yang terdepan adalah Inggris. – Jepang telah mengumumkan bahwa mereka sedang menghadapi krisis ekonomi terburuk sejak PD II. – Bank Dunia mengumumkan kemungkinan buruk perekonomian dan sosial di banyak negara di dunia. – Perusahaan General Motors meminta dana talangan dari Kanada sebesar tujuh milyar dolar untuk menopang posisi finansialnya. Kami telah menunjukkan kondisi ini dan mengupas masalah ini, maka bagi kami tinggal membahas dua perkara penting yang saling berkaitan yaitu: Pertama, sebab-sebab masalah tersebut, dan kedua, solusi yang pas dan efektif untuk mengatasi masalah tersebut. Berkaitan dengan masalah pertama yaitu sebab-sebab masalah, maka bisa dipaparkan sebab-sebab berikut: 1. Rusaknya sistem ekonomi kapitalis yang diterapkan negara- negara di seluruh dunia saat ini. Sistem ekonomi kapitalis merupakan sistem yang mengandung kerusakan. Tabiatnya mengantarkan kepada kebebasan dan penjajahan, serta terakumulasinya kekayaan di tangan sebagian kecil orang atau perusahaan raksasa. 2. Rusaknya sistem dan undang-undang yang diterapkan di dunia, dan tidak adanya penguasaan terhadap fakta secara sempurna. Sistem tersebut tidak mampu menyelesaikan masalah, karena dalam memberikan solusi-solusi bertumpu pada asas-asas yang salah. 3. Kerusakaan finansial dan administratif serta buruknya pengelolaan perusahaan-perusahaan oleh para pelaksana. Padahal mereka memperoleh gaji, bonus, dan kompensasi sangat tinggi. Selain itu mereka juga menutupi kondisi keuangan yang sebenarnya kepada lembaga-lembaga yang beraktivitas di dalamnya dan yang mengelola administrasinya. 4. Burukya distribusi kekayaan, bahkan tidak ada sistem pendistribusian kekayaan. Juga anggapan bahwa masalahnya adalah masalah kelangkaan relatif yang solusinya dengan menambah produksi. Sementara sekitar lima milyar orang penduduk dunia hidup dengan kurang dari dua dolar per hari, sebagaimana sekitar satu setengah milyar orang hidup dengan kurang dari satu dolar per hari per orang. Juga sebagaimana 1 % penduduk Amerika Serikat memiliki 50 % dari total kekayaan, sementara 80 % penduduk Amerika memiliki kurang dari 8 % total kekayaan. 5. Buruk dan rusaknya administrasi yang dikendalikan oleh nepotisme dan bagi-bagi kekayaan, dan berbagai kerusakan administratif di banyak negara. 6. Pengaruh dan dominasi perusahaan-perusahaan besar terhadap perekonomian global. Contohnya, 80 % komite yang membuat keputusan di Amerika Serikat ditentukan oleh pemilik kepentingan-kepentingan dan kekayaan-kekayaan yang besar. 7. Dominasi para penguasa dan para pengusaha terhadap sumber daya negeri. 8. Peran serta organisasi internasional seperti Bank Dunia dan IMF dalam menghancurkan kekayaan negara-negara debitor (pengutang) melalui solusi keji yang diberikan kepada negara-negara tersebut yang bertujuan memperlemah dan memelaratkannya serta mempertahankannya terus membutuhkan bantuan dan utang. Adapun perkara kedua yaitu solusi yang pas dan efektif bagi masalah tersebut, maka solusi itu tidak lain adalah penerapan sistem Islam secara menyeluruh dan pendirian negara besar yang tegak di atas asas ideologi Islam sebagai akidah dan sistem kehidupan. Islam memecahkan masalah tersebut dengan solusi sejak akarnya di mana jika implementasi ideologi dan solusi-solusi yang dibangun di atasnya berjalan baik, maka tak diragukan hal itu akan menyelesaikan fenomena itu secara tuntas dan selamanya.Inilah yang mengemah dikalangan orang muslim yang tidak mengerti, namun demikian seandainya semua bisa menyadari bahwa segala orang miskin adalah dasarnya manusia, dan manusia dilahirkan adalah saling memberikan kasih setidaknya kemiskinan yang ada dimuka bumi ini adalah tanggung jawab manusia dunia.Cetus Andri Luntungan. Copy and WIN : http://bit.ly/copynwin

Rabu, 04 Maret 2015

Andri Luntungan Pengamat International Minta Hukuman mati Pertimbangkan Kembali

"sering orang yang punya kesalahan jika dia ketahuan akalnya digunakan,artinya dia berpikir dengan segala cara buat berkelit dari segala mengelak atas kesalahan itu,dan itu sering sekali berlaku bagi mereka yang kurang punya jiwa jujur,atau dia lebih suka mendustakan diri sendiri." Mengapa hal itu harus berlaku, dan itu bisa mengena pada warga juga sampai pada mereka yang telah duduk dimeja bundar, dan meja-meja penting lainnya,dan orang sering mengatakan bahwa manusia bukan malaikat, atau artinya setiap manusia pasti punya kesalahan."Apakah benar seperti itu.? jika benar bahwa setip manusia yang hidup di Indonesia telah terjerumus dalam kelam, dan prilaku mereka pernah mendustakan diri kira-kira seperti apalagi yang bisa diharapkan.?, Siapa diantara manusia dijaman ini yang dianggap masih sempurna?. dan siapa juga dijaman ini ada manusia yang tetap dalam kesucian,?. Pertanyaan ini tidak perlu dijawab tetapi tinggal direnungkan oleh setiap individu,Demikian andri Luntungan Pengamat Kemanusiaan International mengatakan pada online saat dimintai tanggapannya manusia telah terjadi dekadensi moral. dan andri juga menilai bahwa dijaman sekarang orang lebih sering bersepekulasi dan berkomoplase, ketimbang dia berbuat sesuai dengan keaslian, artinya wajah -wajah mereka bagaikan seorang yang ramah dan wajah mereka seperti orang baik padahal dibalik semua itu tersimpan berbagai kekejaman,Sekarang hasil para tukang ramal adalah tahun kambing,artinya ditahun kambing ini orang banyak yang dikorbankan, dan orang diadu dombakan, seandainya kurang -kurang bisa membaca setidaknya akan terjadi sebuah kegaduhan yang meluas sampai ketingkat global.Cetus andri. Dia juga menilai ditahun ini di Indonesia manusia mulai dikorbankan, dan mereka ditembak, dan kejadian itu seperti beruntun bagaikan tidak ada lagi belas kasihan, Katanya orang itu dieksekusi di pulau cilacap, mendengar semua itu bagaimana hati nurani anda jika kebetulan disana yang akan dieksekusi adalah keluaraga anda.?.Tuhan tidak pernah akan memafkan bagi manusia yang telah membunuh sesamanya,kecuali dimedan perang,"Apakah orang yang dipenjara itu lagi perang dan bersenjata.?. Ciba semua belajar membuka kembali buku panduan perang, "siapa saja yang bisa ditembak,? 1, seorang musuh yang tidak siap menyerah,dan senjatanya terhunus,2, tawanan yang mncoba merebut senjata,ini bisa ditembak,dan sipa juga yang tidak bisa ditembak di medan, perang,? 1 musuh yang menyerah dan mengibarkan bendara putih, 2 Palang merah Indonesia, 3 Diplomat, Jurnalis. Iinlah yang tertera dalam buku panduan perang, "pertanyaanya apakah sekarang orang yang akan dieksekusi itu benar sedang perang.? ataukah Indonesia saat lagi daloam keadaan perang?. Cetus andri. " Dia hanya bisa berharap segala yang sudah lemah dan tidak berdaya selayaknya ada pengampunan dan segala yang sudah terkulai perlu ada pengampunan.Semoga. Dan Andri menilai bahwa dijaman ini setidaknya semua tahu adalah mansia sedang membuat sensasi dan pencitraan, padahal dibalik semua itu ada keganjilan dan kemunafikan, seandainya kemunafikan itu seperti dibiarkan dan tidak segera disadari oleh dirinya, setiap napas dan tindak laku manusia Tuhan pasti mengerti. dan segala wajah-wajah munafik akan terbuka nantinya."Okey mungkin sekarang evoria didalam dirinya oleh sebab dia sedang menjadi pejabat seakan-akan dia yang memiliki segalanya, tetapi jika pada batas waktunya Tuhan berkehendak buat mencabut segala jabatanya, dan dia juga akan terkena ekssekusi bisa dibayangkan bagaiman perihnya."Siapa yang tidak akan tersentuh menanti sebuah kematian,? raja setan juga yang tidak memiliki hati nurani jika anaknya akan dibunuh punya rasah sedih, lantas bagaimana dengan manusia yang memiliki kesmpurnaan,apakah akan melebih setan kejamnya.?, Maaf jangan marah, saya hanya sebatas memberikan perumpamaan. Dan saya hanya berharap kepada semua agar bisa mempertimbangkan kembali. katanya.

Andri Luntungan Menilai Mengelembungkan Anggaran DPRD Justru Membuat Angket

Akhirnya,semua bisa melihat seperti apa para wakil dewan diDPRD DKI jakarta, yang mana para dewan dengan berani membonceng anggaran APBD Gubernur DKI mencapai 12 triliunan rupiah dengan cara menempelkan berbagai anggaran yang mungkin tidak pernah berlaku didalam SKPD,atau SKPD tidak memasukan segala ajuan yang dimasukan oleh para anggota dewan DKI Jakarta, akhirnya keluarlah angka nominal siluman yang mencapai 12 triliunan rupiah, dan hal itu oleh gubernur Jakarta tidak disepakati dan terjadilah perdebatan sengit antara parleman dan Gubernur DKI jakarta. Demikian ungkap andri luntungan pengamat international saat dihubungi online, andri juga menilai apabilah dugaan bahwa para anggota parleman dengan sengaja mencoba membonceng anggaran pada birokrasi dengan cara memasukan berbagai kegiatan pengadaan yang tidak terakomodir dalam anggaran yang diajukan oleh setiap Skpd. setidaknya dewan dengan nyata-nyata membonceng anggaran pada Gubernur. "Persoalannya sekarang apakah prilaku para sewan itu oleh aturan bisa dibenarkan,? ataukah bagaimana.? saya sementara ini belum memahami lebih jelas artinya sejauh apa yang dilakukan oleh para anggota parleman itu, dan apa maksudnya mereka menambahkan berbagai kegiatan yang tidak tercantum dalam rencana disetiap SKPD. Sekarang saya belum mengetahui segala maksud para anggota parleman itu,tetapi saya perlu juga mendalami makna dugaan adanya pengelembungan anggaran yang mungkin berlaku bagi kalangan anggota DPRD DKI Jakarta." Terlepas semua itu yang penting sekarang tinggal kita lihat saja sejauh mana keberanian Gubernur buat terus mengungkap dugaan terjadinya pengelembungan anggaran yang akan menyedot APBD DKI Jakarta. mencapai 12triliunan lebih itu. Yang terdengar dari berbagai media.Cetus Andri. Dia juga menilai sandainya persoalan dugaan terjadinya pengelembungan yang berlaku dikalangan anggota parleman seperti dibiarkan apa jadinya nanti.? dan bagaimana juga kedepanya. dimana anggaran 12 triliun itu jika tidak pernah ada didalam DIPA, APBD DKI jakarta. Berarti Jika dibiarkan akan yang terkena disalahkan tidak menutup kemungkinan Gubernur. "Artinya uang 12 triliun itu harus dipertanggung jawabkan meskipun tidak termasuk dalam DIPA DKI Jakarta, bayangkan sandainya anda tidak pernah mesan kursi tiba-tiba ada yang mengantar kursi, dan ditambah harus membayar ongkos kirim dan kursi yang dikirim, bayangkan seperti apa kesalnya.?" Seandainya nantinya parleman tetap berkeras akan menggolkan pengelembungan dana 12 triliun berarti mereka bisa dibilang setengah memaksa kepada Gubernur.katanya,Apalagi katanya parleman akan mengadakan angket oleh sebab Gubernur Menolak dana siluman itu. "Secara logika semua memahami orang sekarang lebih suka menagkis atas kesalahan daripada mengakui alpa, setelah itu mencoba diperbaiki.Yang lebih ironis dewan yang mencoba mengelembungkan anggaran justru dia mau membuat angket

Desain Andri

Wage growth well short of what was promised from tax reform | TheHill

Wage growth well short of what was promised from tax reform

The latest Employment Situation report from the Bureau of Labor Statistics shows weekly employee earnings have grown $75 since tax reform passed, well short of the $4,000 to $9,000 annual increases projected by President TrumpDonald John TrumpRobert De Niro, Ben Stiller play Mueller and Cohen in 'SNL' parody of 'Meet the Parents' Trump order targets wide swath of public assistance programs Comey says Trump reacted to news of Russian meddling by asking if it changed election results MORE and House Speaker Paul RyanPaul Davis RyanTrump order targets wide swath of public assistance programs Sunday shows preview: White House officials talk Syria strike Wage growth well short of what was promised from tax reform MORE (R-Wis.).  

During the three months following passage of the tax bill, the average American saw a $6.21 increase in average weekly earnings. Assuming 12 weeks of work during the three months following passage of the corporate tax cuts, this equates to a $75 increase.

Assuming a full 52 weeks of work, the $6.21 increase in weekly earnings would result in a $323 annual increase, nowhere near the minimum $4,000 promised and $9,000 potential annual increases projected by President Trump and Speaker Ryan if significant cuts were made to corporate tax rates.

Unless something drastically changes, it seems that Americans are going to have to settle for much less than the $4,000 to $9,000 projected wage increases. An extra $322 a year isn’t going to do much to pay down the $1 trillion in additional debt they are projected to take on as a result of the tax cuts.

Yet, a key part of the argument for the recently passed corporate tax cuts and more than a trillion dollars in debt was the substantial wage hike promised by the president’s Council of Economic Advisers (CEA).

From a document titled, “Corporate Tax Reform and Wages: Theory and Evidence,” on the White House’s website:

“Reducing the statutory federal corporate tax rate from 35 to 20 percent would, the analysis below suggests, increase average household income in the United States by, very conservatively, $4,000 annually.”

The document goes on to say:

“When we use the more optimistic estimates from the literature, wage boosts are over $9,000 for the average U.S. household.”

No less than Speaker Ryan’s website trumpeted the Council of Economic Advisers report claiming that on average, the proposed corporate tax cuts would result in at least a $4,000 annual increase in wages.

Now, some supporters of the tax bill may say this analysis is unfair because it is too early for the effects of the tax bill to show up in wages. By that logic, they also shouldn’t take credit for reported employment growth increases.  

Still others may point to the $1,000 bonuses announced by some companies shortly after passage of the tax bill. First, that is significantly less than the promised $4,000 to $9,000. Second, these are not wage increases; these are one-time bonuses.

Will companies pay them again, and if so when? Third, the $1,000 represents a fraction of the estimated potential company tax savings.

Using 2016 net income, 2016 effective tax rates, the new 21-percent corporate tax rate and company bonuses, we estimated company bonuses as a percentage of a number of company’s potential tax savings. The results: In many cases, the bonuses represent a mere pittance of the possible tax savings.

Navient announced that it would be giving $1,000 bonuses to 98 percent of its 6,7000 employees, paying out nearly $7 million in bonuses. While that may seem generous, it pales in comparison to Navient’s potential tax savings.

Using Navient’s 2016 net income, its 2016 effective tax rate, estimated annual tax savings of nearly $200 million and its announced bonuses, we calculated that the announced bonuses represent less than 4 percent of Navient’s potential tax savings.

Turning to the airline industry, JetBlue’s employees might be feeling blue if they realized that their $1,000 bonuses are estimated to be less than 10 percent of JetBlue’s potential tax savings, while American Airlines’ bonuses are estimated to represent less than 15 percent of its estimated potential annual tax savings

Not to be outdone, Comcast’s bonuses represent less than 8 percent of its estimated potential annual tax savings, while Walmart appears downright generous, giving an estimated $0.16 of every dollar of its estimated potential annual tax savings to employees in the form of bonuses.

Image and video hosting by TinyPic 

Source: Solutionomics

What happened to the minimum $4,000 promised? I guess like many promises by politicians, they were empty. Instead, they seem to have gone to share buybacks. For the period December 2017 through February 2018, share buybacks more than doubled to $200 million.

Is a $323 wage increase and a one-time bonus of $1,000 that represents a fraction of estimated potential company tax savings worth the more than $1 trillion in additional debt placed on Americans? Is this the best Congress could do? No.

Instead, Congress could have simply made each company’s tax cut contingent on each company increasing wages. The problem is that some companies receiving tax cuts didn’t raise wages.

If Congress had made each company’s tax cut contingent on each company’s wage increases, the American people would have gotten more bang for their tax cut bucks. Additionally, this would have created a real incentive for companies to raise wages: Increase wages, get a tax cut; don’t and you won’t.

If the justification for saddling the American people with at least $1 trillion in additional debt was greater wage growth, tax cuts should have been tied to each company’s wage growth; that’s just logical. That’s getting a better deal for the American people, and that’s getting a better return on investment.

Chris Macke is the founder of Solutionomics, a think tank focused on developing solutions for a more efficient, merit-based corporate tax code. He has advised the U.S. Federal Reserve by providing market updates and implications of monetary policy changes on asset valuations and market distortions, and he's a contributor to the Fed Beige Book. Find him on Twitter: @solutionomics.

Load Comments (984)
 

France issues report detailing evidence of Assad role in chemical attacks

France issues report detailing evidence of Assad role in chemical attacks

France declassified a report on Saturday laying out evidence that officials said proves that a chemical attack in Syria last week was carried out by the government of President Bashar Assad.

The report claims that several chemical strikes were carried out in the Damascus suburb of Douma on April 7, and that symptoms experienced by the victims — skin burns, suffocation and other breathing difficulties, among other markers — were consistent with the effects of chlorine gas.

"Reliable intelligence indicates that Syrian military officials have coordinated what appears to be the use of chemical weapons containing chlorine on Douma, on April 7," the report, released by the French Foreign Ministry, reads.

ADVERTISEMENT

The report also states that the Syrian government has carried out a number of chemical weapons strikes since April 4, 2017 — the same day a chemical attack in Syria's northern Idlib province left more than 80 civilians dead.

The U.S. issued an assessment on Friday night pointing to the Syrian government's role in the alleged chemical attacks in Douma.

That report cites "multiple media sources, the reported symptoms experienced by victims, videos and images showing two assessed barrel bombs from the attack, and reliable information indicating coordination between Syrian military officials before the attack."

The assessment also suggests that the Syrian government not only used chlorine in the attack on Douma, but that reported symptoms were also consistent with exposure to sarin, a deadly nerve agent.

The French and U.S. assessments came hours after leaders in Washington, Paris and London authorized "precision strikes" on targets in Syria believed to be associated with the country's chemical weapons arsenal.

Syria and its allies, Russia and Iran, have denied that Assad's government used chemical weapons, and have sought to blame both foreign actors and militant groups for staging the attacks in Douma.

Russia has accused the U.S. and its allies of failing to produce adequate evidence of the Syrian government's role in the chemical attack.

The Organization for the Prohibition of Chemical Weapons, the international chemical weapons watchdog, launched an investigation into the alleged chemical strikes on Douma on Saturday.

The allied strikes on Friday were cast by U.S. officials, not as a punishment for Assad's government, but as a means to eradicate Syria's chemical stockpile and production capabilities.

Lt. Gen. Kenneth McKenzie, the director of the Joint Staff, said Saturday that while the allied attacks dealt a blow to Syria's chemical weapons program, Damascus likely retained "residual" elements of its chemical arsenal.

President TrumpDonald John TrumpInfowars' Alex Jones blasts Trump over airstrikes: 'He's crapping all over us' McCain to Trump: Airstrikes alone won't achieve objectives in Syria Top general: US did not notify Russia on Syria targets MORE and other U.S. officials have said that they are prepared to take further action in Syria, unless Assad's government ceases its alleged use of chemical weapons.

Load Comments (254)
 

Mueller can prove Cohen made secret trip to Prague before the election: report

Special counsel Robert MuellerRobert Swan MuellerSasse: US should applaud choice of Mueller to lead Russia probe MORE’s team has proof that President TrumpDonald John TrumpRobert De Niro, Ben Stiller play Mueller and Cohen in 'SNL' parody of 'Meet the Parents' Trump order targets wide swath of public assistance programs Comey says Trump reacted to news of Russian meddling by asking if it changed election results MORE’s personal lawyer made a secret trip to Prague during the 2016 campaign despite his denial that he'd ever been there, McClatchy reported Friday.

It is not clear why Michael Cohen was in Prague. The claim he visited was originally made in a dossier compiled by former British spy Christopher Steele.

Cohen denied that he'd ever been to Prague "in my life" after the dossier's publication, tweeting a photo of his passport.

McClatchy reported that Cohen entered the country through Germany in August or early September 2016, which does not require a passport stamp.

The dossier claimed that, in Prague, Cohen met with a prominent ally of Russian President Vladimir Putin, Konstantin Kosachev, but it is not clear whether Mueller has evidence of such a meeting.

Koschahev was one of 24 Russian oligarchs slapped with U.S. sanctions earlier this month.

If such a meeting happened, it would be further evidence of ties between Trump associates and Putin. The dossier also claims that Cohen, among others, was deeply involved in a “cover up and damage limitation operation in the attempt to prevent the full details of Trump’s relationship with Russia being exposed.”

Neither Cohen nor Mueller commented on the story to McClatchy.

The report comes on the same day that U.S attorneys confirmed that they are investigating Cohen for criminal activity.

The FBI raided Cohen's office and home on Monday, in part on a referral from Mueller's office. 

 
Quantcast
France issues report detailing evidence of Assad role in chemical attacks
READ NEXT: France issues report detailing evidence of Assad role in chemical attacks

tes

tes01

UN Women | End Violence against Women

desain P.

United Nations News Centre

News by region: Americas


Eric Garner, Michael Brown cases spark ‘legitimate concerns’ about US policing – UN experts

5 December – Grand jury verdicts in the United States which resulted in the decisions to not bring to trial the cases of two unarmed African-American men killed by police forces have sparked “legitimate concerns” regarding policing practices across the country, a group of United Nations human rights experts said today.


US should respond to public demands for greater police accountability – Ban

4 December – In the wake of a grand jury decision in New York yesterday not to indict a police officer in the chokehold death of Eric Garner, an unarmed man, in July, United Nations Secretary General Ban Ki-moon has urged the United States to do “anything possible to respond to demands of greater accountability.”


UN rights experts call on US to commute death sentence of mentally ill prisoner

2 December – Two United Nations human rights experts today urged the United States Government and the authorities in Texas to halt the execution of Scott Panetti, a prisoner with proven psychosocial disabilities, due to be carried out on 3 December.


Paraguay: UN expert concerned over indigenous peoples’ rights to land, resources

1 December – The United Nations Special Rapporteur on the rights of indigenous peoples identified a number of ongoing challenges remaining in Paraguay as she ended an eight-day official visit to the country on Friday.


UN rights experts urge US President Obama to release report on CIA torture allegations

26 November – The United States must rise to meet the high human rights standards it has set for itself and others around the world, a group of United Nations human rights experts urged today, as they called on President Obama to support “the fullest possible release” of a report detailing Central Intelligence Agency (CIA) interrogation practices.


UN rights chief concerned over 'disproportionate' killings of African-Americans by US police

25 November – The decision by a Grand Jury in Missouri to absolve a police officer for the fatal shooting of an African-American teenager has spotlighted broader concerns about institutionalized discrimination across the United States, the top United Nations human rights official said today.


Haiti: UN mission chief urges calm, respect for rights in wake of protests

25 November – Amid rising tensions Port-au-Prince and other key Haitian cities in the wake of last month’s delayed elections, the top United Nations official in the country deplored the violence that recently caused injuries among demonstrators and called on all sides to respect the right to free expression while also avoiding any recourse to violence.


Mexico: UN rights office notes ‘deep concerns’ over case of missing students

14 November – The United Nations Human Rights Office (OHCHR) today cautioned against jumping to conclusions regarding the “complex and ongoing” investigation into the disappearance of 43 students in Mexico, amid reports that a number badly burned bodies have been recovered from sites in Guerrero state.


13 November – The top United Nations coordinator for cholera response in Haiti says support for initiatives to combat the disease has been “disappointing,” noting that while it may be possible to eliminate cholera in about a decade, at the current rate of funding, it would take more than 40 years to do the job.
UN rights office voices concern over Dominican Republic’s ruling on regional court

7 November – The United Nations human rights office today voiced deep concern about a recent Dominican Constitutional Court’s ruling that the country’s recognition of the competence of the Inter-American Court of Human Rights is unconstitutional.


<
This Week at the UN - Friday, 5 December 2014

Newsmakers

  • Amina J. Mohammed
  • Amina J. Mohammed

    ...by 2030 we can end poverty, we can transform lives and we can find ways to protect the planet while doing that.

    More »



UN Women | End Violence against Women


Headlines at a glance

7 December

'We will provide whatever is needed', UN pledges response to Philippines typhoon

Somalia: UN Envoy 'appalled' by deadly terrorist attacks in Baidoa, calls for political unity


5 December

Half a million displaced in eastern Ukraine as winter looms, warns UN refugee agency

UN chief scores goal for peace in football game to mark 'Christmas Truce' of 1914

DR Congo: UN refugee agency concerned at sudden closure of displaced persons camp

Indian Ocean: UN warns of uptick in clandestine migration despite ‘horrific’ dangers

‘Dark day for justice’ says ICC Prosecutor, dropping charges against Kenyan President

UN report urges more funds for climate change adaptation, warns on temperature rise

World must do 'whatever it takes' to ensure recovery of Ebola-affected countries – Ban

‘Turning blind eye not a solution’ to Mediterranean migrant crisis – UN rights expert

UN relief agencies prepare emergency response as typhoon approaches Philippines

‘Humane impulse to assist’ leads to enriched life, UN chief says on global Volunteer Day

Central African Republic: UN chief says security fragile, calls for vote by August 2015

Eric Garner, Michael Brown cases spark ‘legitimate concerns’ about US policing – UN experts

Wage growth stagnant in developed countries, slow worldwide – UN labour agency

Spotlighting humanity’s ‘silent ally,’ UN launches 2015 International Year of Soils


4 December

Ban appoints new Under-Secretary General for Communications and Public Information

Amid fresh violence in Libya, UN mission urges all parties to give dialogue chance to succeed

Kenya: UN says uptick in violence linked to rising inter-communal tensions

US should respond to public demands for greater police accountability – Ban

Ban condemns deadly terrorist attacks in Grozny

UN political chief urges revamped approach to boosting development in Afghanistan

Senior UN relief official describes “bleak” situation in South Sudan after a year of conflict

Yemen: Security Council condemns deadly bombing at Iranian Ambassador’s residence

Darfur: UN peacekeeping chief warns Security Council of region’s ongoing insecurity, violence

Road to Dignity by 2030: UN chief launches blueprint towards sustainable development

Food prices, stable for third straight month, appear to have ‘bottomed out’ – UN

Israel’s demolitions of Palestinian homes undermine ‘already fragile situation’ – UN


3 December

UNESCO chief calls for ‘protected cultural zones’ in war-torn Iraq, Syria

At ‘crossroads,’ humanitarian system must engage earlier, more systematically – UN deputy chief

Ebola: UN special envoy appeals to Liberians to remain vigilant, sustain response

UN health agency issues new guidelines on treating, preventing cervical cancer

At UN-backed conference, Ban urges greater industrial safety standards against accidents

South Sudan shaken by ‘sustained’ fighting as political crisis continues – UN

Iconic image spotlighting plight of Palestine refugees, illuminates UN headquarters

Ending violence against women calls for legally binding global standard – UN expert

2014 set to be hottest year on record, warns UN weather agency

UN torture prevention body highlights States’ duty to allow access detention centres

Somalia: UN ‘outraged’ by deadly terrorist car bomb attack in Mogadishu

UN agency launches social media campaign to bring urgent food aid to Syrian refugees

On world Day, Ban spotlights how technology can improve life for 1 billion persons with disabilities


2 December

At Harvard, UN chief urges global community to confront world’s existential threats

Ban deplores deadly terrorist attack against civilians in north-eastern Kenya

UN envoy welcomes deal between Iraqi, Kurdish region on oil, finances

Ebola: World Bank reports economic impact in worst-hit countries to exceed $500 million in 2014

Great Lakes Envoys outraged by spate of civilian massacres in eastern DR Congo

Cambodia: UN refugee agency voices concern over possible deportation of Montagnards

UN rights experts call on US to commute death sentence of mentally ill prisoner

South Sudan: UN chief stresses support for independence and sovereignty

UN rights office voices alarm over increasing polarization in Egypt amid protests

On Day to Abolish Slavery, UN urges end to modern-day scourge trapping 21 million


1 December

Ghana teams up with UN-backed alliance in move towards cashless economy

Paraguay: UN expert concerned over indigenous peoples’ rights to land, resources

UN recognizes achievement of thirteen countries in eradicating hunger ahead of 2015-deadline

Lima conference set to ‘write history’ ahead of 2015 climate deadline, UN official says

Letter-post still key revenue-maker for world’s postal services – UN agency

Lebanon: Ban appoints Special Coordinator as country continues to face political vacuum

Violence in Iraq kills at least 1,232 people in November – UN

Darfur: African Union-UN mission launches campaign against recruitment of child soldiers

Syria: UN forced to suspend food aid, warns of 'disastrous' impact as winter nears

World AIDS Day: UN, urban leaders endorse ‘fast track’ to ending epidemic by 2030


29 November

Ban condemns 'horrific' bombing of mosque in northern Nigeria


28 November

Emergency declared in Gaza following severe flooding – UN

UN refugee agency welcomes adoption of civil registration declaration in Asia-Pacific

Ebola: UN health agency advises male survivors to abstain from sex for 3 months

UN official sees upcoming Lima climate talks as ‘stepping stone’ for universal treaty

Deadly Boko Haram attack forces thousands to flee Nigeria for Niger – UN

'The world is on the side of those who are involved in this fight' against Ebola – UN envoy

Development cooperation in Mediterranean can help stem tide of forced migration – UN agency

Afghanistan: Security Council condemns attack on UK embassy vehicle

Botswana: UN expert calls for renewed 'nation-building' to celebrate rich diversity

Ahead of World AIDS Day, UN children's agency urges more investment, access to treatment


27 November

Structural reforms can help poorest countries break 'vicious' economic circle – new UN report

New UN-backed open-source tool will support community resilience-building


26 November

Ebola: UN crisis response mission opens new office in Mali

UN chief appoints panel on creating ‘technology bank’ for world’s poorest nations

Ritual dancing, bread-making among cultural practices added to UN heritage list

INTERVIEW: former UN official urges more transparent process to select Secretary-General

DR Congo: Security Council condemns massacres of civilians, attacks on peacekeepers

'Profoundly concerned' over violence in Libya, Security Council warns of possible sanctions

Obesity-related cancers on rise, especially in developed countries – UN

Kyrgyzstan: UN rights experts urge Parliament to withdraw anti-gay bill

UN rights experts urge US President Obama to release report on CIA torture allegations


25 November

Ban voices ‘deep concern’ over eruption of violence in Libya; urges return to dialogue

Sanctions are ‘effective’ method to build global stability, Security Council told

Syria: humanitarian efforts falling short, UN relief chief warns, calling for end to violence

Ebola: December 1 target for response may not be met in some areas of West Africa, UN reports

International community has duty to protect minorities, UN deputy chief tells Geneva forum

As number of South Sudanese refugees grows, UN relief official urges support to Ethiopia

UN rights chief concerned over 'disproportionate' killings of African-Americans by US police

UN sounds alarm to end ‘global pandemic’ of violence against women

Timor-Leste: UN expert warns dismissal of judicial officials may have ‘chilling effect’

Security Council extends UN mission in South Sudan through May 2015

Haiti: UN mission chief urges calm, respect for rights in wake of protests

Security Council extends UN Guinea-Bissau office for three months

UNESCO chief denounces murder of Somali radio journalist

Israel’s demolition of Palestinian homes ‘contrary to international law,’ UN experts warn

desain baru

Latihan Skrip

    !-- Lead Items --> !-- END Video Items -->
    Gavin Crowden World Vision UK

    Commonwealth summit grand stage for UK PM May to end slavery

    If May can influence other leaders to join her to end this abuse, she will certainly be building a legacy of which she can rightly be proud
    Ruwani Dharmakirthi CARE International

    "If there’s no war today, there’s war tomorrow”

    “DRC will never have peace – if there’s no war today, there’s war tomorrow.”
    href="/item/20180322143131-5xd62/">
    The Road to the Ring - Swapping gangs for boxing in Medellin

    Climate

    We focus on the human and development impacts of climate change. more
    Mohamed Adow Christian Aid - UK

    African leaders must remember who they serve at climate talks

    Silence is not an option for African leaders at this week's climate talks on shipping