Pertempuran Dan permusuhan yang selalu membara diantara Israel dan palestina,sepertinya hampir sulit bisa di rujuk kembali,artinya kedua belah pihak seakan-akan merasa,dirinya paling memiliki daerah tersebut atau merasa paling memiliki tempat ibadah dan fasilitas lainya.Seperti halnya Presiden Palestina Mahmoud Abbas,dia berkata bahwa Israel telah mengambil wilayah, sementara Perdana Mentri Benjamin Netanyahu,dituduh seperti itu jelas tidak terima,oleh sebab mungkin tidak merasa.Dan kedua belah pihak sepertinya perlu membuka kembali sejarah,perjalanan Suku Ibrani, dimana bahwa tanah didaerah timur tengah tiga perampatnya adalah hampir dimiliki oleh Ibrahim atau Abraham.dan ditambah Lut."Tetapi Ibrahim dan Lut, meskipun telah berhasil menguasai tiga perempat tanah di timur tengah namuntidak pernah mau menguasai semua tanah itu.". Semua orang dunia tahu bahwa Ibrahim atau Abraham jelas adalah suku Ibrani yang sekarang mungkin keturunannya telah berubah menjadi nama suku Israel.Cetus Andri Luntungan.Pengamat International saat dimintai tanggapannya mengenai pertikaian antara Israel dan Palestina yang tidak kunjung redah Siang tadi.
Andri juga mengatakan bahwa Suku Kanan,atau Kanaan,yang dengan rendah hati telah memberikan kebaikan tanahnya buat bisa ditempati oleh hujarat dari mesir seharusnya perlu diberikan acungan jempul,mereka-mereka adalah yang pertama memiliki tanah yang sekarang bernama palestina,suku kanan adalah keturunan Ibrani,dan mereka-mereka ini yangmemiliki dataran palestina."Lantas kalau orang -orang Ibrani sudah pernah berbuat baik kepada hujarat Mesir, dan juga telah memajukan mesir diwaktu jaman Yusup, apalagi yang harus mereka perebutkan, artinya yusup adalah anak yakup, dari keturunan Ibrani.atau Israel.?" Cetus Andri Luntungan. Dia mengatakan Benjamin Netanyahu dan Mahmoud Abbas seharusnya tidak perlu terus bertikai oleh sebab mereka sebenarnya telah menjadi saodara, oleh sebab disana telah terjadi perkawinan silang, artinya keturunan Yakup dan Keturunan Firaun Mesir telah pernah bersatu disaat dijaman kerajaan Yusup. Dan makam Yakup pun dibenamkan di tanah mesir.Inilah seklumit sejarah Ibrani atau Israel.Terlepas semua itu harapan saya kedua belah pihak seharusnya kembali membuka sejarah dan membaca bersama setelah itu renungkan, bersama, dan tanya pada diri sendiri pantaskah jika mereka bersaodara harus terjadi pertikaian.? Cetusnya.
Apa yang diktakan Andri Luntungan Mendapat respon besar dari markas besar Persatuan bangsa-bangsa, Seperti yang dikatakan
20 November 2014 - Sekretaris-Jenderal Ban Ki-moon mengatakan kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas bahwa ia terkejut oleh serangan mematikan baru-baru ini di sinagog di Yerusalem Barat dan "pada titik halus dan berbahaya ini" kedua pemimpin harus menunjukkan keberanian untuk melakukan segala sesuatu yang diperlukan untuk mengakhiri kekerasan bergelombang.
Sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Kantor Juru Bicara PBB di New York malam ini mengatakan Ban hari berbicara secara terpisah melalui telepon hari ini dengan Netanyahu dan Mr Mahmoud.
Menurut pembacaan, Sekretaris Jenderal mengatakan ia terkejut oleh serangan mematikan 18 November di sinagog di Yerusalem Barat dan dia "sangat khawatir dengan meningkatnya kekerasan dalam beberapa pekan terakhir." Serangan di sinagog mengakibatkan pembunuhan empat warga sipil tak berdosa menyembah di sana dan seorang polisi, serta cedera banyak lagi.
"The spiral yang berbahaya harus segera dibalik," kata Sekjen PBB dalam percakapan, menekankan bahwa pada titik halus dan berbahaya ini, "keberanian dan tanggung jawab yang diperlukan baik dari Presiden dan Perdana Menteri untuk mengambil sikap yang mungkin bertentangan untuk ekstrimis di konstituen domestik mereka sendiri. "
Pembacaan lanjut mencatat bahwa Sekretaris Jenderal mengatakan dia berharap langkah-langkah membangun kepercayaan baru ini mengumumkan dan komitmen perusahaan yang dibuat oleh kedua belah pihak pada pertemuan di Amman, Yordania, untuk mempertahankan status quo mengenai tempat-tempat suci akan lebih diterjemahkan ke dalam sebuah de -escalation ketegangan.
"Absen ini, konflik Israel-Palestina dengan cepat dapat berubah menjadi konflik agama, di mana masyarakat internasional akan memiliki terbatas, jika tidak ada, leverage," Ban memperingatkan, menurut pembacaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar