"Mungkin manusia di dunia saat ini, sering mendengar,berbagai kejadian yang menakutkan,seperti konflik sipil,Prilaku terorisme,Perdagangan Narkoba,pelanggaran HAM, Penindasan terhadap kaum minoritas, dan kejadian di Timur tengah ditambah juga diukraina yang sampai saat ini masi terus dalam penanganan,baik ditingkat aparat,regional itu maupun juga UNPBB." Mungkin mendengar berbagai kejadian semua itu, setiap individu akan bertanya-tanya apakah semua kejadian itu semua akan dapat tertangani,dan apakah nantinya Polisi dunia bisa mengambil langkah-langkah buat bisa menghentikan,"apa dia para pengedar narkoba, konflik, sipil, dan berbagai kejadian kriminal, seperti perampokan, pembunuhan, dan ditambah lagi mulai bergerakanya para kelompok teroris, disamping itu juga ada lagi berbagai kejadian konflik yang belum bisa diselesaikan, seperti di ukraina, Mungkin kejadian semua itu jelas UN PBB telah mengambil sikap dengan cara menghimbau, dan buat para pelaku narkoba dan teroris UN PBB juga telah mengambil langkah -langah buat menghimbau kepada semua kepala negara untuk bisa mengambil tindakan terhadap para kelompok teroris,itu, begitu juga mengenai masalah narkoba yang merusak generasi muda disana juga pasti UN PBB telah menghimbau kepada semua kepala negara untuk bisa menolak hadirnya narkoba. Cetus Andri Luntungan saat dimintai komentarnya, mengenai situasi dunia yang menakutkan ini siang tadi. Andri Juga menambahkan bahwa persoalan dunia ini memang tidak mudah dapat dianalisa dengan cepat, namun demikian setidaknya, setiap orang perlu juga memahami, mengapa semua itu bisa terjadi dan mengapa juga itu bisa terjadi.? dan apa penyebabnya.? Seperti mengapa narkoba bisa beredar.? Mengapa pertikaian warga sipil.?. mengapa ada teroris Isil. dan mengapa juga pelaku pelanggar HAM, terus bisa terjadi.? Penglihatan sementara, banyak palaku -pelaku kejahatan dan pelanggar, apa dia penjual narkoba, apa dia warga sipil bertikai, apa dia pelanggar HAM.apa dia Teroris Isil, dan pertikaian di Ukraina, dan ditambah penyerangan terhadap minoritas. Bisa dikatakan oleh sebab, prilaku mereka oleh pihak yang berwenang sperti diberikan peluang buat bsa melakukan hal seperti."Tetapi jika pihak berwenang, disetiap -tiap negara, berani mengambil sikap tegas bagi para pelaku kejahatan setidaknya disana para pelaku kejahatan kriminal akan berhenti. " Perosalannya, apakah pihak berwenang punya keberanian bisa menindak mereka bagi para penjahat seperti, pengedar narkoba,pertikaian warga sipil, kelompok teroris,pelanggar HAM, Penyerangan terhadap minoritas, dan berbagai kejahatan yang terjadi dibelahan dunia, oleh pihak yang berwenang mampuh ditindak dengan tegas.Cetus Andri Luntungan. Begitu juga mengenai warga transmigran,yan telah sudah terlanjur berada dinegara itu,ditambaha lagi pelanggaran menmpah pada orang mskin, seandainya pelakunya orang besar,atau penguasa, apakah aparat berwenang bisa mengambil sikap buat bisa meolong mereka.?, Seharusnya melihat semua ini Lembaga Tinggi UN PBB. Bisa Menghimbau kepada semua Negara untuk bisa menerapkan Asministrasi negara dimana pun mereka berada, memberikan perlindungan, bagi minoritas, kaum miskin, juga memberikan keamanan bagi warganya.cetus Andri.Apa yang dikatakan Andri Disambut oleh UN PBB Pada 4 November 2014 - Sebagai konflik sipil, terorisme, perdagangan narkoba ilegal, kenaikan dalam politik memecah belah, dan krisis kesehatan seperti Ebola terus melampaui batas-batas dan mengancam jutaan orang di seluruh dunia, kemitraan PBB dengan organisasi regional yang semakin penting untuk berurusan dengan dan beradaptasi dengan tantangan tersebut, Sekretaris-Jenderal Ban Ki-moon mengatakan hari ini saat ia berbicara Dewan Tetap Organisasi untuk Keamanan dan Kerjasama di Eropa (OSCE) di Wina, Austria. Berbicara pada malam ulang tahun ke 25 dari jatuhnya Tembok Berlin, Sekretaris Jenderal menekankan bahwa ia terus mempererat hubungan antara PBB dan OSCE, sebagaimana ditetapkan dalam Bab VIII dari Piagam PBB, dan memuji OSCE untuk keterlibatan aktif dan peran penting dalam mengatasi tantangan saat ini dan membantu untuk mengatur panggung untuk era baru kerjasama internasional. "Seperempat abad kemudian, kita masih bergulat dengan banyak urusan yang belum selesai dan berusaha untuk menangkal kembalinya hantu Perang Dingin menghantui masa kita," kata Ban. "Kami adalah dunia dalam masa transisi. Kekuatan baru yang muncul. Urbanisasi dan migrasi sedang meningkat. Kami berusaha untuk jalur yang lebih berkelanjutan dan adil dari pembangunan. Perbedaan antara nasional dan internasional jatuh jauh. Pada saat yang sama, lanskap keamanan global bergeser secara dramatis, "tambahnya. Menggambarkan bergolak Ukraina sebagai suatu hal yang "tetap menjadi keprihatinan yang mendalam dan yang telah menciptakan divisi yang melebihi wilayah tersebut," Sekretaris Jenderal sekali lagi mendesak pihak semua pihak untuk segera melakukan komitmen implementasi penuh dari Protokol Minsk dan Memorandum, dan memuji OSCE untuk keterlibatan awal dan aktif dan peran menonjol di tanah. "Selain tragedi kehilangan nyawa baik di darat dan di langit, risiko krisis membahayakan kemampuan kolektif kita untuk memecahkan masalah global," kata Sekretaris Jenderal. Menegaskan bahwa "pemilu" di bagian timur negara itu ini minggu terakhir itu merupakan "perkembangan disayangkan dan kontraproduktif, Ban menekankan bahwa PBB dan OSCE memiliki" tanggung jawab bersama untuk meredakan ketegangan - dan kami telah bekerja tangan-di-tangan. " Dalam konteks itu, Ban menegaskan bahwa mediasi penasehat PBB telah memberikan dukungan teknis kepada OSCE Pemantauan Misi Khusus di Ukraina, dan bahwa PBB berkomitmen untuk bekerja sama dengan OSCE dan aktor internasional lainnya untuk memberikan dukungan jangka panjang untuk Ukraina ke menyelesaikan masalah yang mengakar yang mendasari krisis. "Organisasi kami memiliki keahlian dalam mendukung pemilu, mediasi dan dialog nasional; membantu penegakan hukum dan reformasi sektor keamanan; menasihati proses reformasi peradilan dan konstitusi; serta dalam merancang kebijakan ekonomi dan perdagangan, "katanya. "Mari kita pool kekuatan itu di bulan depan," katanya. Beralih ke tantangan keamanan lain yang dihadapi oleh daerah OSCE, Sekretaris Jenderal mengatakan bahwa ketegangan lama di Kaukasus Selatan, dampak dari transisi di Afghanistan pada Asia Tengah, radikalisasi pemuda dan ancaman terorisme yang semua kekhawatiran bahwa harus diatasi dalam rangka untuk mempromosikan pembangunan jangka panjang di kawasan, yang merupakan bagian dari tujuan bersama antara PBB dan OSCE untuk meningkatkan kehidupan masyarakat. Selain itu, OSCE, dengan pengalaman lama nya, dapat dan harus memainkan peran aktif dalam membentuk perdebatan mengenai pasca-2015 kerangka pembangunan berkelanjutan, kata Sekretaris Jenderal. "Dengan bekerja sama, kita bisa menjadi generasi pertama untuk mengakhiri kemiskinan ekstrim dan generasi terakhir untuk hidup dengan perubahan iklim sebagai ancaman eksistensial," katanya. Menyoroti contoh pertukaran informasi antara PBB dan OSCE, Sekretaris Jenderal menekankan kebutuhan untuk melihat ke dalam dua organisasi untuk memastikan mereka dilengkapi untuk mengatasi tantangan abad ke-21. "Kita harus berbuat lebih banyak untuk memerangi diskriminasi dan marjinalisasi, termasuk kelompok minoritas, yang sangat diperlukan untuk masyarakat pluralistik, toleran dan progresif yang kita inginkan," kata Ban. "Penghitungan PBB OSCE untuk membantu memimpin wilayah yang luas ini untuk keamanan dan kerjasama yang lebih besar yang pada gilirannya akan membantu memimpin dunia untuk perdamaian yang lebih besar, pembangunan dan hak asasi manusia," tambahnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar