"Ingat kekuasan yang terlalu diktaktor,bisa menjadi sebuah musuh bagi masyarakatnya juga terhadap negara tetangga dan akan juga menjadi tidak disukai oleh negara lainnya." Mungkin orang sering melihat bagi kepala negara yang terlalu diktaktor dan merasa paling berkuasa.? Dan biasanya segala kepala negara yang berbuat diktaktor dan keras kepala juga ringan tangan akan menjadikan dirinya termakan oleh kekerasannya dan prilakunya. Bisa ambil contoh, sadam husen, di Irak,Firaun,Muamar Kadavi, dan berbagai kepala negara yang suka berprilaku diktaktor dan bertangan ringan buat menujukan tulunjuknya seakan-akan paling berkuasa biasanya tidak sedikit yang akan menjadi musuhnya sekaligus yang membencinya. Tetapi bagi mereka yang menjadi pemimpin selalu bijak dan memiliki kebersamaan dan saling menghormati juga berlandasan pada etika hukum yang telah disepakati dalam aturan dunia biasanya dia bilah bertindak selalu mengunakan aturan hukum negaranya juga ditambah dengan aturan hukum dunia.Cetus Andri Luntungan pengamat International,ketika dimintai tanggapannya mengenai adanya sebuah negara yang terlalu diktator dan bertangan ringan, siang tadi.Andri juga mengatakan bahwa pemimpin yang bijak dan penuh rasa kebersamaan juga memiliki kesantunan terhadap warga dan sesama tetangga negara atau sesama kepala negara disana akan ada sebuah negoisasi yang sempurna,atau terjalin sebuah persahabatan yang mendalam terhadap sesama kepala negara, tetapi jika disana seorang pemimpin kepala Negara dia terlalu diktaktor bisanya orang akan pelan-pelan mencoba menjauhinya dan ditambah dibelakang mereka akan berkata,"jangan terlalu bersahabat dengan Negara itu, oleh sebab dia sebagai kepala Negara prilakunya sangant menakutkan.cetusnya." inilah yang mereka katakan dengan cara bisik-bisik dengan sesama kepala Negara lainnya.? Cetus andri. Dia juga menambahkan bahwa dijaman perubahan Iklim dunia seharusnya semua kepala Negara mulai berani membahas mengenai dunia dan manusia, artinya tidak lagi berbicara petak-petak wilayah atau masih berkutat didalam batas wilayah, melainkan bagaimana semua kepala Negara mulai berpikir buat bisa saling menghargai dan saling bergandeng tangan untuk kerukanan bersama? artinya kapan manusia dunia bisa bersatu dengan dibuat amandeman dalam koridor menyamakan persepsi dengan tidak lagi saling membuat perbedaan.Seperti halnya dunia adalah hanya satu, dan manusia juga hanya identik namanya manusia, dan tidak ada istilah membedakan benua apa."seandainya hal itu dapat dimengerti dan persamaan berpikir tidak lagi terbongkah-bongkah, setidaknya masa depan dunia akan terjaga dari perbedaan.ungkap andri.Terlepas semua itu yang jelas sekarang adakah konsep perubahan Iklim sudah mengarah kepada penyautuan kebali manusia.? dialam Planet bumi ini.?.dan sudahkah terpikirkan bahwa manusia pnghuni planet dunia ini perlu menyatukan kembali dirinya,Antara Asia dan Eropa juga Amerika.?. Senadainya pola pikir para kepala Negara sudah sampai kesana setidaknya masa depan Cucu dan cicit keturunan dunia tidak akan lagi terjadi perbedaan.Kesananya setidaknya tidak lagi terdengar ada peperangan, kelaparan, perbedaan, pengerusakan alam, pencurian, pelanggaran hukum dan sebagainya, oleh sebab mansia telah menjadi satu dengan tujuan melindungi dunia dan melindungi sesamanya,maksudnya,"jika perubahan Iklim nantinya adalah memiliki cita-cita membuat menara kelangit,dan disana manusia telah memiliki konsep yang sama tidak mentup kemungkinan,"apa yang di-cita-citakan manusia dijaman dahulu akan tercapai,artinya ketika itu manusia oleh sebab ingin memngukap rahasia Tuhan mereka bersatu mencoba membuat menara ingin sampai kelangit, bayangkan jaman itu serba terbatas teknologinya, tetapi cita-cita ingin membuat menara kelangit sudah ada, tetapi mengapa dijaman yang teknologinya serba moderen tidak terpikir manusia ingin bersatu dan membuat menara kelangit?" "Artinya mulai sekarang coba dirobah pola pikir diktaktor dan pola pikir paling memiliki kekuasaan coba dibuang sebentar tetapi mulai sekarang ceba semua kepala Negara berpikir menyatukan kembali manusia yang tercerai berai untuk kembali bersatu seperti jaman Isak.Katanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar